PONTIANAKGLOBE.COM, BANGKOK — Sejak awal September 2024, Siklon Tropis Yagi telah menerjang beberapa negara di Asia Timur dan Tenggara, mengakibatkan ratusan korban jiwa dan kerusakan besar di wilayah tersebut.
Siklon ini pertama kali terdeteksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 1 September 2024 dan terus berkembang, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di berbagai negara.
Baca Juga: Jutaan Orang Terkena Dampak Topan Super Yagi yang Menghantam Vietnam
Vietnam bagian utara menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah sebagai dampak Topan Yagi, dengan angin kencang mencapai 200 km/jam yang menewaskan 127 orang.
Filipina mencatatkan 20 korban jiwa, sementara Cina bagian selatan melaporkan 4 orang tewas.
Pulau Hainan, salah satu destinasi wisata terkenal di Cina, rusak parah akibat angin dan banjir yang dibawa oleh Topan Yagi.
Di Filipina, banjir parah melanda beberapa wilayah, sementara Vietnam mengalami keruntuhan jembatan karena angin yang merusak infrastruktur.
Baca Juga: Sosialisasi Pemilu dan MAPER GMKI Sukses di Landak
Walaupun negara-negara tetangga mengalami kerusakan serius, Indonesia dipastikan tidak terkena dampak langsung dari siklon ini.
Kondisi Indonesia Menurut BMKG
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Kuswanto, menegaskan bahwa Indonesia tidak akan dilanda Topan Yagi karena pengaruh angin timuran.
"Indonesia aman dari Topan Yagi karena pergerakan angin timuran," jelas Kuswanto dalam konferensi pers pada 10 September 2024.
Angin timuran, yang bertiup dari arah timur hingga tenggara antara April dan Oktober, berperan penting dalam mengarahkan siklon menjauh dari Indonesia.
BMKG telah memantau perkembangan siklon Yagi sejak awal kemunculannya.