Pada 3 September 2024, siklon ini terdeteksi berada di 18,6 derajat lintang utara dan 118,1 derajat bujur timur, sekitar 1.700 km di utara Tarakan, Kalimantan Timur.
Baca Juga: Trah Soekarno Mendapat Kursi DPR, Romy Soekarno Menggantikan Sri Rahayu dan Arteria Dahlan
Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramadani, menyatakan bahwa siklon ini bergerak menjauh dari Indonesia dengan kecepatan 95 km/jam.
"Meskipun terdeteksi dekat wilayah Indonesia, siklon Yagi tidak akan mempengaruhi cuaca atau gelombang di tanah air," ungkap Andri.
Kondisi ini memberikan ketenangan bagi masyarakat Indonesia yang sempat khawatir akan ancaman cuaca ekstrem akibat siklon.
Siklon Tropis Yagi, meski membawa dampak buruk bagi negara-negara di Asia Timur dan Tenggara, tidak menimbulkan ancaman bagi Indonesia berkat perlindungan dari angin timuran.
Namun demikian, BMKG terus memantau perkembangan siklon dan memberikan informasi cuaca terkini untuk menjamin keselamatan masyarakat.
Topan Yagi menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam, khususnya di wilayah yang rentan terhadap siklon dan badai. ***
Artikel Terkait
Tanah Longsor di Desa Tengkajau Kecamatan Pinoh Utara Melawi, Akses Jalan Terputus
Banjir dan Tanah Longsor di Bunut Hulu Kalbar, Satu Jembatan Hanyut
Memperingati Hari Jadi PMI, Menilik Sejarah Palang Merah Dunia dan Peranannya di Indonesia dalam Perspektif Kemanusiaan
Tragedi Perkemahan PMI Kalbar di Taman Agrowisata Rekadena, Satu Relawan Tewas Tertimpa Pohon Dua Lainnya Terluka
Topan Yagi Hantam Vietnam, Badai Terkuat Dalam 30 Tahun Terakhir Tewaskan 325 Orang
Jutaan Orang Terkena Dampak Topan Super Yagi yang Menghantam Vietnam