Namun, penggunaan AI dalam kampanye pemilu juga menimbulkan tantangan dan risiko, terutama dalam hal etika dan hukum.
Baca Juga: Fitur Menawan Galaxy S24 Series Selain AI: One UI 6.1, Kamera Ganda, dan Baterai Tahan Lama
Penggunaan AI dalam kampanye harus menghormati hak dan kewajiban kandidat, pemilih, dan masyarakat, serta mematuhi aturan dan norma yang berlaku.
Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial, yang mengatur penggunaan AI secara bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Penggunaan AI dalam Kampanye Politik di Dunia
Di Amerika Serikat, Senator Kentucky Amanda Mays Bledsoe menyatakan bahwa di era modern ini, kalimat kampanye favorit Anda mungkin saja ditulis oleh mesin.
Meski kampanye politik di AS diperbolehkan untuk mengadopsi kebijakan terkait AI, perhatian besar tetap diberikan pada potensi penyalahgunaan teknologi ini oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Partai politik atau pengiklan mungkin mematuhi hukum terkait penggunaan AI, namun ada kekhawatiran tentang deepfake yang dapat digunakan untuk tujuan negatif.
Pada tahun 2019, California dan Texas mulai memberlakukan pembatasan terhadap video deepfake. Sejak itu, lebih dari 100 RUU tentang AI dan pesan politik telah diperkenalkan, dan 14 di antaranya disahkan pada tahun 2024.
Regulasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis media yang diatur, mewajibkan pengungkapan penggunaan AI, serta melarang penggunaan pesan politik yang dihasilkan AI menjelang pemilu.
AI di Pemilu Inggris
Pada Pemilu Inggris 4 Juli 2024, seorang pengusaha dari Inggris Selatan, Steve Endacott, mencalonkan diri sebagai kandidat Anggota Parlemen AI pertama di Brighton Pavilion, kursi yang sebelumnya dipegang oleh Caroline Lucas yang mengundurkan diri.Baca Juga: Nadiem Makarim: Jurnalis Harus Siap Lawan AI! Sekolah Jurnalisme Indonesia Jadi Solusinya
Endacott, pemimpin perusahaan kecerdasan buatan bernama Neural Voice, menciptakan AI Steve yang bertugas menjawab kekhawatiran dan pertanyaan konstituen menggunakan suara dan avatar Endacott.
AI Steve diciptakan untuk memastikan warga Brighton dan Hove memiliki akses 24/7 untuk menyampaikan pendapat dan membuat kebijakan.
Namun, Smarter UK, partai yang mengusung AI Steve, gagal mendaftarkan kandidatnya tepat waktu untuk pemilu, sehingga AI Steve tidak dapat maju dalam pemilihan lokal di Rochdale. ***