"Keputusan ini sepenuhnya diserahkan kepada ibu kami, karena restu beliau sangat penting," jelasnya.
Selain mendapatkan dukungan dari ibunya, Gus Ibin juga merasa ada banyak masalah di Nganjuk yang perlu diatasi, seperti pengangguran, kemiskinan, dan pengembangan sektor pertanian serta kesehatan.
"Kami ingin memperbaiki sektor pertanian di Nganjuk yang merupakan sumber utama hasil pertanian," ungkapnya.
CEO Promedia Teknologi Indonesia, Agus Sulistriyono, menambahkan bahwa di era digital saat ini, terdapat banyak peluang untuk mendukung kemandirian ekonomi.
"Keahlian dalam membuat konten, baik teks maupun video, kini menjadi sangat menjanjikan. Dengan modal sederhana seperti HP, serta pelatihan yang tepat, potensi monetisasi bisa maksimal," katanya.
Agus juga menyarankan agar Promedia Teknologi Indonesia berkolaborasi untuk membangun inkubator content creator di Nganjuk.
"Jika setiap desa memiliki inkubator content creator, ini akan membuka banyak peluang kerja baru," tutupnya. ***