inter-nasional

Banjir Lahar Dingin Tanah Datar: Korban Jiwa Capai 13 Orang, Evakuasi Terus Dilakukan

Minggu, 12 Mei 2024 | 19:43 WIB
Bencana banjir lahar dingin di Tanah Datar, Sumatera Barat, pada hari Minggu, 12 Mei 2024 siang. (Pontianak Globe/Humas BNPB)

PONTIANAKGLOBE.COM, TANAH DATAR, SUMATERA BARAT -- Tim pencarian dan pertolongan gabungan telah menemukan tambahan korban bencana banjir lahar dingin di Tanah Datar, Sumatera Barat, pada hari Minggu, 12 Mei 2024 siang.

Jumlah korban jiwa akibat bencana banjir lahar dingin di Tanah Datar hingga Minggu, 12 Mei 2024 pukul 12.00 WIB, mencapai 13 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari PhD kepada media menyebutkan, "Tim pencarian dan pertolongan gabungan terus melakukan upaya evakuasi bagi warga yang terdampak."

Baca Juga: Hari Jadi Kota Sintang ke-662: Ritual Umpan Benua Diiringi Pengamanan Ketat Polres Sintang

Berdasarkan pembaruan data yang diterima dari BNPB, korban jiwa dalam peristiwa banjir ini terdiri dari 13 orang yang meninggal dunia, tujuh orang dilaporkan hilang, 12 orang luka-luka, dan 84 kepala keluarga terdampak.

Sementara itu, kerugian infrastruktur yang terjadi meliputi 84 unit rumah terdampak, 16 jembatan terdampak, dua fasilitas ibadah terdampak, dan 20 hektar sawah terdampak.

Dikatakan Abdul Muhari kondisi lalu lintas dari Kabupaten Tanah Datar-Padang-Solok lumpuh total.

Baca Juga: Angin Puting Beliung Terjang Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat! 7 Rumah Rusak, Warga Mengungsi

Sementara itu, kondisi jalan di antar nagari masih lumpuh di beberapa titik dan harus mencari jalan alternatif.

Disebutkan Abdul Muhari, BPBD Kabupaten Tanah Datar, dibantu oleh tim Basarnas, TNI, Polri, dan pihak terkait lainnya, terus berupaya melakukan penanganan darurat, pendataan, serta pertolongan bagi warga yang terdampak banjir lahar dingin.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat Kabupaten Tanah Datar yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang bermuara ke Gunung Marapi untuk selalu waspada akan potensi risiko bahaya susulan. ***

Tags

Terkini