PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI) memastikan bahwa tidak ada kejadian sindrom trombosis dengan trombositopenia yang memicu pembekuan otak di Indonesia sebagai efek samping dari penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Komnas PP KIPI, Prof Hinky Hindra Irawan Satari, melalui Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI di Jakarta pada Kamis sore.
"Keamanan dan manfaat sebuah vaksin telah melalui berbagai tahapan uji klinis, mulai dari uji klinik tahap 1, 2, 3, dan 4, termasuk vaksin COVID-19 yang melibatkan jutaan orang, hingga dikeluarkannya izin edar," ujarnya.
Baca Juga: Suhu Panas di Indonesia Bukan Heatwave, Ini Penjelasan BMKG
Hal ini didasarkan pada surveilans aktif dan pasif, termasuk pemantauan terhadap keamanan vaksin yang terus dilakukan oleh pihaknya setelah vaksin tersebut beredar.
Menurut rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), Komnas KIPI bersama Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan surveilans aktif terhadap berbagai macam gejala atau penyakit yang dicurigai, termasuk sindrom trombosis dengan trombositopenia (TTS) yang berkaitan dengan vaksin COVID-19.
Surveilans dilakukan di 14 rumah sakit di tujuh provinsi yang memenuhi kriteria selama lebih dari satu tahun.
"Selama setahun, bahkan lebih, kami melakukan pengamatan dari Maret 2021 hingga Juli 2022. Pengamatan diperpanjang beberapa bulan untuk memenuhi kebutuhan jumlah sampel yang dibutuhkan. Hingga saat ini, tidak ada TTS yang terjadi pada penerima vaksin AstraZeneca," katanya.
Baca Juga: Demi Adrian Newey, Ferrari Rela Gelontorkan Gaji Fantastis Rp 2 Triliun
Indonesia merupakan negara dengan peringkat keempat terbesar di dunia dalam melakukan vaksinasi COVID-19. Sebanyak 453 juta dosis vaksin telah disuntikkan ke masyarakat, dan dari jumlah tersebut, 70 juta dosis adalah vaksin AstraZeneca.
Setelah surveilans aktif selesai, Komnas KIPI tetap melakukan surveilans pasif hingga hari ini, dan tidak ada laporan kasus TTS yang ditemukan.
TTS merupakan penyakit yang menyebabkan penderita mengalami pembekuan darah serta jumlah trombosit darah yang rendah. Meskipun kasusnya jarang terjadi, dapat menyebabkan gejala yang serius.
Baca Juga: Adrian Newey Tinggalkan Red Bull Racing di Awal 2025, Legenda Desain F1 Beralih ke Tantangan Baru
Ketika terjadi pembekuan pada pembuluh darah otak, gejala yang muncul termasuk pusing, mual, dan pegal di kaki.
Gejala lainnya adalah munculnya bercak biru pada tempat suntikan yang disebabkan oleh penurunan jumlah trombosit.