PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, menegaskan bahwa sepakbola wanita Indonesia sedang mengalami momentum positif yang perlu ditingkatkan prestasi dan kualitasnya.
Menurut Erick, kehadiran beberapa pemain putri yang bermain di luar negeri serta persaingan yang ketat dalam sepakbola wanita di Asia Tenggara dan Asia memberikan peluang yang besar bagi timnas putri untuk meraih prestasi, sebagaimana yang telah dicapai oleh timnas putra.
Baca Juga: MoU PSSI dan RS Abdi Waluyo: Erick Thohir, Sains Olahraga Penting dalam Transformasi Sepakbola
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Erick Thohir pada acara penandatanganan kontrak antara PSSI dengan Satoru Mochizuki, pelatih Timnas Putri Indonesia asal Jepang di Jakarta, pada hari Selasa, 20 Februari 2024.
Mochizuki, yang akan bertugas selama dua tahun, adalah mantan pesepakbola yang pernah membela Urawa Red Diamonds dan Kyoto Sanga.
Dia juga pernah menjadi bagian dari skuad Timnas Jepang yang berlaga dalam Kualifikasi Piala Dunia 1990.
Baca Juga: PSSI Berharap Timnas Sepak Bola Indonesia Masuk 100 Besar Peringkat Dunia FIFA
Setelah pensiun sebagai pemain, Mochizuki langsung beralih profesi menjadi pelatih, dimulai dari klub Kyoto Sanga pada tahun 1998 dan Vissel Kobe pada tahun 2000. Ia kemudian beralih ke sepakbola wanita pada tahun 2008 ketika dipercaya untuk melatih Timnas Wanita Jepang.
Pengalaman gemilang Mochizuki telah terbukti dengan membawa Timnas Wanita Jepang meraih gelar juara Piala Dunia Wanita 2011 di Jerman.
Tahun berikutnya, tim tersebut berhasil meraih medali perak pada Olimpiade London 2012.
"Penunjukan ini dimaksudkan untuk membangkitkan sepakbola putri kita dan membuktikan bahwa kami di PSSI tidak hanya fokus pada timnas putra. Mengapa langsung ke timnas? Karena saat ini, timnas putri kita memiliki pemain-pemain berkualitas yang sebagian besar bermain di liga-liga luar negeri. Oleh karena itu, momentumnya sangat baik dan harus dimanfaatkan," jelas Erick Thohir.
Saat ini, sejumlah pemain timnas putri Indonesia tengah meniti karier di luar negeri. Mereka antara lain Helsya Maeisyaroh, Sheva Imut, dan Shafira Ika yang memperkuat klub tier 4 di Jepang, FC Ryukyu Ladies. Selain itu, ada juga Fani Supriyanto yang bermain untuk klub divisi satu Liga Putri Arab Saudi, Al Hammah.
"Pelatih Satoru yang kami pilih untuk menangani timnas putri ini memiliki rekam jejak yang baik dan kualifikasi yang memadai untuk mengembangkan sepakbola putri di Indonesia. Kami memilih Jepang karena tradisi sepakbola putri di sana sangat kuat. Mereka telah menjadi juara dunia satu kali, dan telah berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia putri sebanyak sembilan kali sejak tahun 1991," tambah Erick, yang juga menyatakan bahwa kedatangan pelatih Satoru merupakan bagian dari kerja sama antara PSSI dan Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) yang telah resmi diresmikan sejak Mei 2023.
Tidak hanya bertugas sebagai pelatih, Satoru juga akan memberikan pelatihan kepada para pelatih Indonesia untuk mentransfer pengetahuan sepakbola Jepang ke Tanah Air.