PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan bahwa keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM non-subsidi adalah langkah yang diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Menurutnya, kenaikan harga BBM saat ini dapat berdampak pada inflasi yang tinggi dan penurunan daya beli masyarakat.
Baca Juga: MoU PSSI dan RS Abdi Waluyo: Erick Thohir, Sains Olahraga Penting dalam Transformasi Sepakbola
Erick menanggapi langkah Pertamina yang memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM non-subsidi, meskipun SPBU pesaing di dalam negeri menaikkan tarifnya.
"Keputusan Pertamina untuk tidak menaikkan harga BBM tentu saja positif untuk menjaga stabilitas dan daya beli masyarakat,” ujar Erick Thohir.
Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM saat ini dapat memiliki dampak ganda pada perekonomian nasional.
Selain meningkatkan tingkat inflasi, kenaikan harga BBM juga dapat merugikan daya beli masyarakat.
“Hal ini tentu dapat berdampak luas pada perekonomian nasional,” tambah Erick, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI.
Baca Juga: Gabungan Simpul Relawan Erick Thohir Jawa Barat Solid Dukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024
Menurut Erick, Pertamina sebagai BUMN memegang peran penting dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat.
“Pertamina telah melakukan efisiensi dalam proses bisnisnya, sehingga dapat menyediakan BBM dengan harga terbaik," jelas Erick.
Fahmy Radhi, seorang Pengamat Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), mendukung keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM, terutama untuk jenis non-subsidi.
Menurutnya, kenaikan harga subsidi dapat menyebabkan dampak ekonomi negatif, seperti meningkatnya inflasi dan penurunan daya beli.
Baca Juga: Anies Baswedan Bersyukur JIS Kini Digunakan di Era Erick Thohir
Fahmy menyatakan bahwa keputusan ini tidak akan memberatkan keuangan negara, karena pemerintah tidak lagi memberikan kompensasi kepada Pertamina saat menetapkan harga BBM non-subsidi di bawah harga pasar.