Sinyal HP-pun menjadi barang mahal.
Ada satu Menara, tetapi tidak ada tanda-tanda bahwa Menara ini menjual sinyal.
Di kampung ada yang menjual “sinyal” tetapi harus membeli kuota yang tidak murah.
Harga-harga yang relatif tinggi juga terjadi pada ayam broiler Rp150 ribu per ekor, semen Rp600 ribu per zak, solar Rp30 ribu per liter.
Adalah AM Putut Prabantoro, pengajar (Taprof) Bid. Ideologi Lemhannas RI, yang memimpin pemilihan presiden ala Kampung Agung Baru, Apau Kayan.
Taprof ini hadir atas undangan panitia ulang tahun ke-25 Gereja Katolik St. Lukas, Apau Kayan.
Perayaan ulang tahun dipusatkan di Stasi St Maria Goreti, Agung Baru, Sungai Boh, Apau Kayan, Malainau.
Di pencalonan ini, capresnya ada 4 orang yang dipilih berdasarkan musyawarah untuk mufakat.
Seratus orang muda itu dibagi dalam empat kelompok usia yakni 12 tahun, 13-15 tahun, 16-18 tahun, 19 tahun ke atas.
Pembagian ini dilatar belakangi usia dan Pendidikan yang dijadikan satu.
Alasannya adalah, banyak di antara mereka sekalipun usianya dewasa tetapi sebagian putus sekolah. Ini kenyataan sosial yang ada.
Baca Juga: Toko Roti Penjara untuk Budak Ditemukan di Pompeii Romawi, Ternyata Begini Struktur-nya
Dalam simulasi tersebut, masing-masing kelompok memilih calon presiden sebagai keharusan serta wakil presiden dan juru bicara jika dimungkinkan.
Dan pemilihan ini capres itu berdasarkan musyawarah mufakat di antara para anggota kelompok.