PONTIANAKGLOBE.COM, ITALIA -- Para arkeolog telah menemukan toko roti penjara di Pompeii, kota Romawi kuno yang terkubur oleh letusan gunung berapi Vesuvius pada tahun 79 Masehi.
Toko roti ini ditemukan di Regio IX, sebuah kawasan di Pompeii yang terkenal dengan pabrik-pabriknya.
Toko roti ini berukuran sekitar 12 meter persegi dan memiliki jendela kecil yang ditutupi dengan jeruji besi.
Di dalam toko roti ini, para arkeolog menemukan sisa-sisa peralatan penggilingan biji-bijian, tungku pembakaran roti, dan tulang-belulang manusia.
Berdasarkan temuan ini, para arkeolog menyimpulkan bahwa toko roti ini digunakan untuk mengeksploitasi budak untuk menggiling biji-bijian dan membuat roti.
Para budak ini dipaksa bekerja dalam kondisi yang sangat buruk, di ruang sempit yang hanya sedikit cahayanya.
Baca Juga: Jang Nara Akhirnya Menikah dengan Pria Non-Selebriti, Ini Potret Suaminya dan Kisah Cinta Mereka
“Toko roti ini adalah bukti nyata dari perbudakan yang kejam di masa lalu,” kata Dr. Massimo Osanna, direktur Taman Arkeologi Pompeii. “Ini adalah tempat yang sangat menyedihkan, tetapi penting untuk dipelajari agar kita dapat memahami sejarah dan mencegah hal-hal seperti ini terulang kembali.”
Temuan ini menambah pemahaman kita tentang kehidupan sehari-hari di Pompeii. Ini juga menunjukkan bahwa perbudakan adalah praktik yang umum di Romawi kuno. ***
Baca Juga: Pangandaran Dihantam Gempa pada 28 Desember 2023, Inilah Kekuatan, Dampak, hingga Penyebab
Artikel Terkait
Sejarah Band Coldplay asal Inggris yang Akan Konser di Jakarta 15 November Nanti, Ini Sederet Album Favorit
Ulasan Series Gadis Kretek, Film yang Memiliki Kisah Romansa di Era 1960-an, Lagi Ramai Tayang di Netflix
Sinopsis Film 13 Bom di Jakarta, Kisah Teror Bom Jakarta yang Menegangkan, Baca Sebelum Kamu Menonton
Kisah Pilu di Balik Tugu Abel Tasman, Tempat Pendaki Ditemukan Tak Bernyawa Usai Gunung Marapi Erupsi
Portugal, Destinasi Wisata yang Memadukan Sejarah dan Keindahan Alam
Inilah Sejarah Real Madrid yang Madrisitas Harus Tahu. Tropi Liga Champions hingga Era Keemasan