Toko Roti Penjara untuk Budak Ditemukan di Pompeii Romawi, Ternyata Begini Struktur-nya

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 28 Desember 2023 | 14:35 WIB
Satu toko roti penjara untuk budak yang ditemukan di Pompeii, Romawi. (YouTube The Guardian)
Satu toko roti penjara untuk budak yang ditemukan di Pompeii, Romawi. (YouTube The Guardian)

PONTIANAKGLOBE.COM, ITALIA -- Para arkeolog telah menemukan toko roti penjara di Pompeii, kota Romawi kuno yang terkubur oleh letusan gunung berapi Vesuvius pada tahun 79 Masehi.

Toko roti ini ditemukan di Regio IX, sebuah kawasan di Pompeii yang terkenal dengan pabrik-pabriknya.

Toko roti ini berukuran sekitar 12 meter persegi dan memiliki jendela kecil yang ditutupi dengan jeruji besi.

Baca Juga: Barcelona Resmi Perkenalkan Vitor Roque, Pemain Muda Brasil Itu Pilih Nomor Punggung 19, Tolak Warisi Nomor Punggung Lionel Messi

Di dalam toko roti ini, para arkeolog menemukan sisa-sisa peralatan penggilingan biji-bijian, tungku pembakaran roti, dan tulang-belulang manusia.

Berdasarkan temuan ini, para arkeolog menyimpulkan bahwa toko roti ini digunakan untuk mengeksploitasi budak untuk menggiling biji-bijian dan membuat roti.

Para budak ini dipaksa bekerja dalam kondisi yang sangat buruk, di ruang sempit yang hanya sedikit cahayanya.

Baca Juga: Jang Nara Akhirnya Menikah dengan Pria Non-Selebriti, Ini Potret Suaminya dan Kisah Cinta Mereka

“Toko roti ini adalah bukti nyata dari perbudakan yang kejam di masa lalu,” kata Dr. Massimo Osanna, direktur Taman Arkeologi Pompeii. “Ini adalah tempat yang sangat menyedihkan, tetapi penting untuk dipelajari agar kita dapat memahami sejarah dan mencegah hal-hal seperti ini terulang kembali.”

Temuan ini menambah pemahaman kita tentang kehidupan sehari-hari di Pompeii. Ini juga menunjukkan bahwa perbudakan adalah praktik yang umum di Romawi kuno. ***

Baca Juga: Pangandaran Dihantam Gempa pada 28 Desember 2023, Inilah Kekuatan, Dampak, hingga Penyebab

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Heritage daily

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X