PONTIANAKGLOBE.COM, SURABAYA -- Perayaan Natal Nasional 2023 akan diselenggarakan di Gereja Bethany Nginden, Surabaya, yang akan dihadiri oleh Presiden Jokowi pada tanggal 27 Desember 2023.
Gereja Bethany Nginden Surabaya terletak di Jalan Nginden Intan Timur I, Sukolilo, Surabaya.
Berikut adalah sejarah Gereja Bethany Nginden Surabaya.
Dikutip dari situs resmi Pariwisata Surabaya, Gereja Graha Bethany Nginden atau Bethany Church of God adalah sebuah megagereja evangelis yang berafiliasi dengan Gereja Bethany Indonesia, dan kemudian beralih ke Gereja Suara Kebenaran Injil, di Surabaya, Indonesia.
Pendeta senior komunitas ini adalah Abraham Alex Tanuseputra sejak pendiriannya pada tahun 1977, yang kemudian dilanjutkan oleh Pdt. Aswin Tanuseputra.
Graha Bethany Nginden merupakan gereja terbesar di Surabaya. Gereja Bethany memiliki visi dan misi sebagai berikut:
-
Visi: Mewujudkan kebersamaan Pelayanan di dalam pengabdian kepada Tuhan Yesus Kristus dan jemaat-Nya melalui ikatan persekutuan "Successful Bethany Families."
-
Misi:
- Membangun dan mendirikan jemaat-jemaat di semua tempat dan di sepanjang waktu.
- Menjadikan Gereja sebagai wadah kehidupan murid-murid Kristus yang bertumbuh menjadi dewasa dan serupa dengan Kristus.
- Menghasilkan Jemaat yang penuh dengan Buah Roh seperti tercatat dalam Kitab Galatia 5:22-23a. Sehingga berguna dan bermanfaat bagi pembangunan gereja, bangsa, dan negara.
- Menjadikan Jemaat hidup dalam persekutuan kasih persaudaraan yang benar, kudus, dan berkemenangan.
Sejarah Gereja Bethany Nginden Surabaya
Dilansir dari situs Sinode Gereja Bethany Indonesia, berdirinya Gereja Bethany bermula dari sebuah persekutuan doa yang dipimpin oleh Pdt Abraham Alex Tanuseputra pada tahun 1977.
Baca Juga: Pemerintah Siap Menghadapi Libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024
Persekutuan Doa Bethany awalnya diikuti oleh 7-10 orang dan diadakan di garasi mobil di sebuah rumah di Jalan Manyar Sindharu (kini Manyar Rejo) II/4, Surabaya.
Pada tahun 1978, "Persekutuan Doa Bethany" bertransformasi menjadi sebuah gereja yang tergabung di bawah Sinode GBI (Gereja Bethel Indonesia) dengan 200 anggota jemaat.
Seiring dengan itu, tempat ibadah "Gedung Doa" diberikan Tuhan untuk dipergunakan.
Pada tahun 1980-1982, jumlah jemaat meningkat menjadi 1000 jiwa.