Gereja Bethany ikut dalam gerakan kharismatik dan menjadi pelopor pelayanan "pujian dan penyembahan." Dengan bertambahnya jumlah jemaat, gereja membeli tanah di Manyar Sindharu I/33, Surabaya, dan mendirikan "Awning" sebagai tempat beribadah.
Pada tahun 1985, Gereja Bethany mendapat tanah yang lebih luas di sebelah bangunan "Awning," yaitu tempat berdirinya Gereja Bethany Manyar sekarang di Manyar Rejo II/36-38.
Pada waktu itu, gedung gereja dengan kapasitas 3500 tempat duduk dibangun.
Tahun 1986 menjadi tahun penting ketika Gereja Bethany Manyar selesai dibangun dan diresmikan oleh Walikota Surabaya, Dr. Purnomo Kasidi.
Sejak saat itu, gedung Bethany Manyar digunakan sebagai tempat ibadah dan pusat kegiatan Gereja Bethany.
Bersamaan dengan pertumbuhan jemaat, pada tahun 1986, Pdt. Abraham Alex Tanuseputra mengajak jemaat membangun gedung ibadah yang lebih besar.
Setelah berdoa, tanah seluas 6,8 hektar di kawasan Nginden dibeli untuk memulai pembangunan Gereja Bethany Nginden.
Saat itulah, batu pertama untuk pembangunan Gereja Bethany Nginden diletakkan.***
Baca Juga: 7 Rekomendasi Permainan Natal Yang Cocok Untuk Keluarga
Artikel Terkait
Menko Polhukam Mahfud MD Jamin Natal dan Tahun Baru Aman, Seusai Bertemu PGI
Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Pipit Rismanto Menggerakkan 4.000 Personel Gabungan untuk Pengamanan Natal 2023 dan Taun Baru 2024
Pemerintah Tetapkan Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Natal 2023 dan Tahun Baru 2024
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Berharap Perayaan Natal 2023 Memberi Kesan Mendalam
Real Madrid Meraih Kemenangan Dramatis dengan 10 Pemain Kalahkan Alaves dan Puncaki KlasemenJelang Natal
Presiden Jokowi Hadiri Perayaan Natal Nasional 2023 di Surabaya