Risiko perdarahan spontan juga tinggi karena kombinasi hiperinflamasi, koagulopati, dan jumlah trombosit yang rendah.
Pendekatan pengobatan pada pasien dengan badai sitokin melibatkan perawatan suportif untuk mempertahankan fungsi organ kritis, pengendalian penyakit yang mendasari, dan penghapusan pemicu yang dapat mengaktifkan sistem kekebalan secara berlebihan.
Strategi pengobatan utama mencakup imunosupresi, penanganan faktor pemicu, dan pemberian obat-obatan seperti antivirus, kortikosteroid, antibiotik, serta terapi dengan imunomodulator.
Pengobatan suportif, seperti terapi oksigen, ventilasi noninvasif, dan dukungan ventilasi, juga harus diberikan sesuai dengan tingkat keparahan penyakit.
Dalam menghadapi tantangan COVID-19, pendekatan yang holistik dan terkoordinasi menjadi kunci untuk meminimalkan dampak badai sitokin dan memastikan pemulihan pasien dengan optimal.***
Baca Juga: Real Madrid Bungkam Villarreal 4-1, Geser Girona dari Puncak Klasemen