Badai Sitokin dalam Konteks COVID-19: Gejala, Dampak, dan Strategi Pengobatan

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 18 Desember 2023 | 11:58 WIB
Ilustrasi Covid-19.
Ilustrasi Covid-19.

Risiko perdarahan spontan juga tinggi karena kombinasi hiperinflamasi, koagulopati, dan jumlah trombosit yang rendah.

Pendekatan pengobatan pada pasien dengan badai sitokin melibatkan perawatan suportif untuk mempertahankan fungsi organ kritis, pengendalian penyakit yang mendasari, dan penghapusan pemicu yang dapat mengaktifkan sistem kekebalan secara berlebihan.

Baca Juga: Cawapres Nomor Urut 2, Gibran Rakabuming Raka, Melakukan Kunjungan ke IKN dan Ditetapkan sebagai Warga Kehormatan Dayak

Strategi pengobatan utama mencakup imunosupresi, penanganan faktor pemicu, dan pemberian obat-obatan seperti antivirus, kortikosteroid, antibiotik, serta terapi dengan imunomodulator.

Pengobatan suportif, seperti terapi oksigen, ventilasi noninvasif, dan dukungan ventilasi, juga harus diberikan sesuai dengan tingkat keparahan penyakit.

Dalam menghadapi tantangan COVID-19, pendekatan yang holistik dan terkoordinasi menjadi kunci untuk meminimalkan dampak badai sitokin dan memastikan pemulihan pasien dengan optimal.***

Baca Juga: Real Madrid Bungkam Villarreal 4-1, Geser Girona dari Puncak Klasemen

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: yankes.kemenkes.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X