PONTIANAKGLOBE.COM, BANDUNG -- Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, resmi menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2024.
UMK tersebut ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 51 Tahun 2023 tentang Upah Minimum.
Baca Juga: Pemakaman Kiki Fatmala: Keluarga Menyelenggarakan Acara Tertutup, Imbauan Pengganti Karangan Bunga
Berdasarkan Kepgub Nomor 561.7/Kep.804-Kesra/2023 tanggal 30 November 2023, UMK tertinggi di Jawa Barat adalah Kota Bekasi sebesar Rp5.343.430.
Kenaikannya sebesar 3,59 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp5.158.248,20.
UMK tertinggi kedua di Jawa Barat adalah Kabupaten Karawang sebesar Rp5.257.834.
Kenaikannya sebesar 1,58 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp5.176.179,07.
UMK terendah di Jawa Barat adalah Kota Banjar sebesar Rp2.070.192.
Kenaikannya sebesar 3,77 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp1.996.000.
Bey Machmudin mengatakan, penetapan UMK 2024 ini merupakan hasil dari proses yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pengusaha, dan serikat pekerja.
"UMK ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di Jawa Barat," kata Bey Machmudin.
Berikut daftar UMK 2024 di Jawa Barat:
| Kabupaten/Kota | UMK 2024 | Kenaikan |
|---|---|---|
| Kota Bekasi | Rp5.343.430 | 3,59% |
| Kabupaten Karawang | Rp5.257.834 | 1,58% |
| Kabupaten Bekasi | Rp5.219.263 | 1,49% |
| Kabupaten Purwakarta | Rp4.499.768 | 1,86% |
| Kabupaten Subang | Rp3.294.485 | 3,01% |
| Kota Depok | Rp4.878.612 | 2,67% |
| Kota Bogor | Rp4.813.988 | 2,62% |
| Kabupaten Bogor | Rp4.579.541 | 2,49% |