“Dalam konteks kepentingan nasional, otsus memberikan ruang yang besar bagi pemerintah dan masyarakat Provinsi Papua untuk berperan aktif sebagai subjek dari pembangunan,” ujarnya.
Musa'ad menjelaskan bahwa panitia pelaksana peringatan hari otsus telah merencanakan serangkaian kegiatan mulai dari 16 November hingga 9 Desember 2023.
Baca Juga: Indonesia Terbuka untuk Kerja Sama Hilirisasi dengan Papua Nugini
Peringatan ini akan mencapai puncaknya pada 9 Desember, yang bertepatan dengan ulang tahun Provinsi Papua Barat Daya yang genap satu tahun.
Berbagai kegiatan penting akan melengkapi perayaan ini, termasuk Pameran Inovasi dan Kreasi Otsus, Bazaar Kuliner Nusantara, Pesta Rakyat HUT Provinsi Papua Barat Daya pada 9 Desember 2023, Puncak Perayaan HUT Otsus dan Karnaval Budaya, Sportainment Week, Otsus Creativepreneur Workshop, Seminar Nasional MIPI, Pengobatan Massal, Workshop Content Creator Media Digital Anak Muda Bicara Otsus, Pameran Pekan Seni Budaya, Final PBD Next Idol, dan beberapa agenda kegiatan lainnya yang akan disajikan oleh panitia penyelenggara.
Baca Juga: Presiden Ingin Keterisolasian Wilayah Terbuka Setelah Bandara di Papua Selatan Beroperasi
Mendagri Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan bahwa Provinsi Papua Barat Daya adalah salah satu dari empat provinsi hasil pemekaran di wilayah Papua.
Pemekaran ini, menurutnya, berdasarkan aspirasi dari para tokoh Papua yang disampaikan kepada pemerintah pusat dan DPR RI.
"Perlu diingat bahwa pemekaran ini telah membawa dampak positif terhadap pembangunan di daerah tersebut, menciptakan kemajuan yang signifikan," ujarnya. Tito menegaskan pentingnya menyikapi pemekaran ini dengan sikap positif, yakin bahwa birokrasi yang lebih pendek akan mendukung perkembangan wilayah tersebut. ***