PONTIANAKGLOBE.COM, BATAM -- Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, sepertinya masih ingin segera melakukan relokasi warga Pulau Rempang di Batam.
Bahkan, Bahlil Lahadalia sering mengunjungi Pulau Rempang meskipun telah berulang kali dihadapkan dengan demonstrasi dari warga setempat.
Baca Juga: Carlo Ancelotti Mengonfirmasi Jude Bellingham Jadi Starter di El Clasico
Kepala Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batam, berupaya secara terus-menerus untuk mensosialisasikan pentingnya investasi dan relokasi kepada warga Pulau Rempang.
Namun, upaya tersebut sering kali mendapat penolakan dari warga.
Bahkan, pada tanggal 7 September, tindakan kepolisian bersama BP Batam dalam mobilisasi besar-besaran mendapatkan kecaman dari berbagai pihak, termasuk internasional, terkait penggunaan ratusan personel polisi dan gas air mata.
Baca Juga: LIGA 1 - Kalah 4 Gol Tanpa Balas dari Persik Kediri, Pelatih Persebaya Beberkan Alasan Timnya Rapuh
Pada tanggal 11 September, terjadi bentrokan di depan kantor BP Batam yang berakhir dengan puluhan orang terluka dan 38 orang diamankan.
Sebuah video yang memperlihatkan semangat gotong-royong warga Kampung Sembulang dalam membersihkan makam leluhur mereka telah membuat banyak orang terharu.
Pak Long Setiawan, yang memimpin inisiatif membersihkan makam, mengatakan kegiatan itu sebenarnya sudah dijalankan selama ratusan tahun dari generasi ke generasi.
Baca Juga: Selebgram Semarang Buang Bayinya di Bandara, Diduga Takut Ketahuan Pacar Baru dari Singapura
Dalam video tersebut, kita dapat melihat warga setempat yang bersatu hati bekerja keras membersihkan makam dengan peralatan sederhana sambil membakar ranting yang berserakan di sekitar makam.
Mereka menjalankan tugas ini dengan cinta dan dedikasi yang tinggi, menjaga warisan berharga yang telah ditinggalkan oleh para leluhur mereka.
Baca Juga: Vivo V29e 5G Launching di Indonesia Unggul Dalam Sektor Kamera, Baca Sebelum Putuskan Membeli
Namun, di balik semangat gotong royong ini, terdapat ketakutan yang menghantui hati mereka.