inter-nasional

Memetik Inspirasi dari Krasak: Pemahaman Sistem Pangan Desa yang Mendukung Kekuatan Bangsa

Senin, 16 Oktober 2023 | 22:50 WIB
Karang Taruna dan Pemerintah Desa Krasak bersama Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Yayasan Lestari Mandiri (LESMAN), dan Koalisi Food and Land Use (FOLU) Indonesia mengadakan Festival Pangan Desa Krasak sebagai penutup rangkaian kegiatan penelitian neraca pangan desa. (Dok. Pontianak Globe)

"Kegiatan ini adalah contoh nyata semangat gotong-royong. Kami perlu menjaga semangat ini agar dapat menciptakan pangan yang berdaulat. Transformasi sistem pangan tidak hanya melibatkan sektor pertanian, melainkan juga melibatkan pemuda dan pemudi," kata Jarot Indarto, Direktur Pangan dan Pertanian BAPPENAS.

Gina Karina, Kepala Sekretariat Koalisi FOLU Indonesia, menekankan bahwa Festival Pangan Desa Krasak bisa menjadi sumber inspirasi bagi desa-desa lain dalam upaya mengubah sistem pangan mereka.

"Penyelenggaraan Festival Pangan ini diharapkan dapat mendorong petani, kelompok wanita tani, pejabat desa, dan pembuat kebijakan di tingkat kabupaten maupun nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Boyolali, khususnya di Desa Krasak melalui pembangunan di sektor pertanian," ujar Gina Karina.

Lebih dari itu, rangkaian kegiatan ini juga menjadi contoh praktik baik dalam mengimplementasikan regionalisasi sistem pangan di tingkat mikro, yang bisa diperluas ke tingkat regional yang lebih luas.

Festival Pangan Desa Krasak, yang berlangsung sepanjang hari, mencakup berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat.

Acara ini meliputi diskusi publik melalui sarasehan tentang sistem pangan desa, pertunjukan seni ketoprak yang mengangkat cerita seputar pangan desa, pameran produk pangan lokal, perlombaan olahan pangan untuk keluarga, serta kompetisi cerdas cermat dan karya tulis untuk anak-anak dan remaja.

Selain itu, terdapat pula instalasi lorong pangan desa yang menampilkan foto-foto pertanian lokal dan informasi hasil kajian situasi pangan yang dilakukan oleh pemuda setempat sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pra-festival yang dimulai sejak akhir September.

Acara ditutup dengan arak-arakan hasil bumi dan makan bersama untuk seluruh warga desa.

Suparno, Lurah Krasak, merasa senang dengan diselenggarakannya Festival Pangan ini.

Ia menekankan bahwa penguatan sistem pangan di desanya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, melainkan juga memerlukan dukungan masyarakat dan pemerintah daerah.

Ia berharap bahwa Festival Pangan ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga sistem pangan, sehingga Desa Krasak bisa terus menjadi contoh desa yang memiliki sistem pangan yang kuat dan berkelanjutan.

"Desa Krasak saat ini telah memiliki produksi pertanian yang baik dengan lahan pertanian yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pangan. Desa Krasak juga menunjukkan potensi dalam pertanian berkelanjutan. Oleh karena itu, kami ingin terus mempertahankan dan meningkatkan sistem ini agar terhindar dari kerawanan pangan dan tetap memiliki ketahanan pangan yang kuat," ungkap Suparno.

Dengan tema "Warisan dan Cerita Pangan Desa," Festival Pangan ini bertujuan memberikan kesempatan bagi semua lapisan masyarakat desa untuk merayakan keberhasilan mereka dalam menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman krisis pangan. ***

Halaman:

Tags

Terkini