PONTIANAKGLOBE.COM, BALI - Direktur Jenderal Food and Agriculture Organization (FAO), Qu Dongyu, berkunjung ke Bali, Sabtu, 01 Oktober 2022.
Qu Dongyu, mengunjungi warisan dunia UNESCO di sawah terassering di Jatiluwih, dan berinteraksi dengan pejabat dan petani setempat.
Dirjen FAO qu Dongyu juga bergabung dengan kelompok perempuan petani yang melakukan ritual menari dan menyanyi diikuti dengan menumbuk padi bersama para perempuan petani.
Dalan rilis yang dikirim ke PontianakGlobe disebutkan, Bali sebagai tujuan wisata populer global sering menghadapi tantangan kelangkaan air, yang mengancam mata pencaharian penduduk setempat.
Petani Bali, menghadapi kompleksitas masalah ini dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Pada saat yang sama, Bali juga menghadapi tantangan endemik Rabies yang mengancam kehidupan wisatawan dan penduduk lokal.
Mempertahankan kepercayaan, mata pencaharian dan pariwisata di Bali memerlukan pendekatan holistik, dan ini adalah salah satu tema kunjungan lapangan pada hari terakhir Pertemuan Tingkat Menteri Pertanian G20 di Bali.
Dirjen FAO Qu Dongyu, mengunjungi warisan dunia UNESCO di sawah terassering di Jatiluwih, dan berinteraksi dengan pejabat dan petani setempat.
Jatiluwih, Sistem Irigasi Berkelanjutan
Jatiluwih di Kabupaten Tabanan di Bali merupakan cerminan dari filosofi Bali Tri Hita Karana dan Tri Mandala yang menjaga hubungan harmonis antara Tuhan, manusia, dan lingkungan -- termasuk hewan dan tumbuhan. Kompleks persawahan di Jatiluwih telah menerapkan sistem irigasi yang disebut ' Subak ' selama berabad-abad, yang membutuhkan kerjasama yang harmonis antara petani yang berbeda, terutama untuk pengelolaan air.
Filosofi dan praktik yang telah ratusan tahun dipraktikkan ini menghasilkan pemandangan sawah yang menakjubkan.
Dirjen FAO, bersama beberapa menteri pertanian dan pejabat G20 lainnya, menikmati pemandangan sawah yang indah, berinteraksi dengan petani dan pejabat setempat, serta mencicipi produk tropis Bali yang diproduksi secara lokal, seperti kelapa, pisang, kopi organik, dan manggis.
Dirjen juga bergabung dengan kelompok perempuan petani yang melakukan ritual menari dan menyanyi diikuti dengan menumbuk padi bersama para perempuan petani.
Lirik lagu yang dinyanyikan oleh para perempuan petani itu berbunyi:
Artikel Terkait
Deputi Administrator USAID Isobel Coleman ke Jakarta, Sempatkan Minum Kopi Lokal dengan Pemimpin Perempuan
Program Fulbright, Beasiswa bagi Guru dari Indonesia untuk Mengajar Bahasa di Universitas Amerika Serikat
Kirim Utusan Khusus, Pemerintah Amerika Serikat Memajukan Kemitraan Transisi Energi yang Adil dengan Indonesia
Berminat Kuliah Magister di Inggris? Chevening Scholarship Bisa Dicoba, Tak Batasi Usia Penerima Beasiswa
Bertemu Mentan Yassin Limpo, FAO Dukung Transformasi Pertanian dan Pedesaan Indonesia melalui Digitalisasi