inter-nasional

Muliawan Margadana: Kejayaan Diplomasi Indonesia Harus Dilanjutkan 

Sabtu, 16 September 2023 | 15:43 WIB
anggota Kerasulan Awam (Kerawam) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Muliawan Margadana. (Dok. Pontianak Globe)

“Sikap tegas Indonesia yang menolak tekanan dari Eropa atupun Amerika menjelaskan posisi strategis Indonesia di masa depan. Dan masa depan Indonesia ditentukan dan bergantung pada warga negaranya. Dan diaspora Indonesia yang berjumlah delapan juta orang hendaknya menjadi kekuatan bagi Indonesia dalam berdiplomasi dengan negara lain terutama yang kuat secara ekonomi, senjata dan pengaruh,” ujar Muliawan Margadana yang juga Penasehat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA).

Diurai lebih lanjut, Indonesia akan menghadapi berbagai ancaman, tantangan dan tekanan dari negara hegemoni.

Hal ini mengingat kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia secara nyata, energi, sumberdaya alam dan air. Jika pemerintah Indonesia dan rakyatnya tidak melakukan tindakan antisipasi, generasi muda sekarang tidak memiliki apa-apa di masa depan.

Muliawan juga menekankan arti penting pemuda sekarang yakni yang para mahasiswa untuk mempersiapkan diri.

Karena merekalah yang akan menjadi pemimpin negara pada tahun 2045, saat Indonesia memasuki tahun emas kemerdekaan.

Di masa depan, tidak cukup hanya menjadi orang pandai, tetapi Indonesia membutuhkan pemimpin yang berkarakter. Menjadi pemimpin berkarakter tidak dapat diperoleh secara instan tetapi harus melalui proses.

"Sungguh mengkhawatirkan dan memperihatinkan jika para pemuda sekarang tidak menyadari berbagai ancaman yang dihadapinya saat ini. termasuk lagi ancaman-ancaman yang tak terlihat tapi ada di tengah-tengah seperti perubahan perilaku, atau sikap permisif terhadap nilai-nilai yang tidak sesuai dengan Pancasila, sebagai pemersatu bangsa , perlu diwaspadai juga upaya pemecah belah persatuan bangsa melalui media sosial,” tegas Muliawan.

Oleh karena itu, mereka yang studi di luar negeri hendaknya belajar secara sungguh-sungguh yang bertumpu pada masa depan Indonesia, memang memersiapkan diri untuk menjadi pemimpin dan sekaligus membuat jejaring yang akan digunakan saat mereka menjadi pemimpin negara. ***

Halaman:

Tags

Terkini