inter-nasional

Eksplorasi Penyakit Menular, Pengobatan Komplementer, dan Penemuan Obat: Diskusi dalam Seminar Kesehatan

Senin, 11 September 2023 | 13:49 WIB
Kanan pastor suarno,sebelah moderator Maria Goretik,SST.,M.Kes, sebalah Agnes Dwiana,S.SiT.,M.Kes, sebelah Prof.Dr.Maria Lucia Inge Lusida,dr,M.Kes.,Ph.D.,Sp.MK(K) narasumber sebalahnya Ns. Elisabeth Wahyu Savitri.,M.Kep (KOMSOS Keuskupan Agung Pontianak)

Ketiga, otomatisasi penuh memungkinkan perluasan jam operasional laboratorium dengan manfaat besar bagi perawatan pasien.

Otomatisasi penuh juga akan mencakup kemampuan diagnostik molekuler, dimulai dengan ekstraksi DNA, prosedur lain yang melibatkan beberapa langkah dan memerlukan personel teknis berpengalaman.

Kolaboratif kemajuan Ilmu Kesehatan

Selain itu, Profesor Maria menjelaskan peran penting riset kolaboratif dalam kemajuan ilmu kesehatan.

Lembaganya telah melakukan kolaborasi antara negara berkembang dan negara maju dalam pengiriman sampel penyakit.

Sampel-sampel ini dikirim ke negara maju seperti Jepang, Amerika, dan Australia untuk penelitian bersama, dengan hasil yang kemudian diaplikasikan kembali di Indonesia.

Merujuk pada pertanyaan peserta yang hadir, Profesor Maria menekankan bahwa dengan bantuan teknologi Next-Generation Sequencing (NGS), sampel penyakit dari berbagai tempat dapat diidentifikasi dengan cepat.

Misalnya, Aplikasi Kecerdasan Buatan dalam Penanganan Penyakit Menular.

Menurutnya, Bersamaan dengan otomatisasi dan NGS (Sequencing Generasi Berikutnya), kecerdasan buatan (AI) juga dapat berkontribusi dalam pengelolaan yang lebih baik terhadap penyakit menular dengan membantu para klinisi dalam mengumpulkan dan mengelaborasi informasi dari tes klinis.

Memprediksi penyakit menular untuk mengendalikan penyebaran pandemi, memahami perilaku mikroorganisme, dan juga membantu dalam penemuan obat yang lebih cepat untuk mengendalikan penyakit.

Kecerdasan Buatan (AI) memberikan kepercayaan baru tidak hanya untuk mencegah, mengendalikan, dan mengatasi penyebaran penyakit menular, tetapi juga membantu para ilmuwan dalam uji klinis yang lebih cepat dan identifikasi penemuan obat yang efektif untuk mengatasi penyakit-penyakit tersebut.

Dia menambahkan bahwa pengobatan komplementer dan alternatif (PKA) adalah obat-obatan dan praktik kesehatan yang biasanya tidak digunakan oleh dokter untuk pengobatan.

Pengobatan komplementer digunakan bersamaan dengan pengobatan standar, sedangkan pengobatan alternatif digunakan sebagai pengganti pengobatan standar.

PKA mencakup praktik seperti pijat, akupunktur, tai chi, dan minum teh hijau.

Pengobatan integratif

Halaman:

Tags

Terkini