Presiden Ingin Keterisolasian Wilayah Terbuka Setelah Bandara di Papua Selatan Beroperasi

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 6 Juli 2023 | 14:41 WIB
Presiden Joko Widodo meresmikan pengembangan Bandar Udara Ewer, pada Kamis 6 Juli 2023. (Pontianak Globe/BPMI Setpres @Forlop Ind)
Presiden Joko Widodo meresmikan pengembangan Bandar Udara Ewer, pada Kamis 6 Juli 2023. (Pontianak Globe/BPMI Setpres @Forlop Ind)

PONTIANAKGLOBE.COM, PAPUA -- Pengembangan Bandar Udara Ewer yang berada di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan ditujukan untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat di Kabupaten Asmat.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika meresmikan pengembangan Bandar Udara Ewer, pada Kamis 6 Juli 2023.

BACA JUGA: Paris Saint-Germain Memperkenalkan Luis Enrique Sebagai Manajer Baru

BACA JUGA: Arsenal dan West Ham Sepakat Transfer Declan Rice Senilai 105 Juta Poundsterling

“Ini penting sekali konektivitas keterhubungan antara sebuah wilayah. Baik itu kabupaten, provinsi maupun pulau karena akan mempercepat mobilitas orang dan mobilitas barang,” ucap Presiden Jokowi.

Selain itu, peresmian pengembangan bandara ini akan membuka keterisolasian wilayah dan akan mempercepat pengiriman logistik.

BACA JUGA: Resep Cara Memasak Kuah Lontong, Bahan-bahan Ini yang Harus Ada

BACA JUGA: Jadwal Festival Loksado 2023 di Sungai Amandit Kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga telah mendapat laporan tentang jadwal penerbangan, yaitu penerbangan dari Timika sebanyak dua kali seminggu, penerbangan dari Kamur sebanyak empat kali penerbangan dalam seminggu, dan dari Merauke sebanyak empat kali seminggu.

Presiden juga menyampaikan bahwa dengan adanya penerbangan ke Kabupaten Asmat akan membuka wisata Asmat dan akan semakin meningkatkan perekonomian di wilayah tersebut.

Dengan selesainya pengembangan bandara ini, Presiden berharap Kabupaten Asmat semakin berkembang dan maju.

“Kita harapkan ekonomi di Kabupaten Asmat, di Papua Selatan akan semakin baik dan semakin meningkat,” kata Presiden.

Sementara itu dalam laporannya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa terminal penumpang Bandara Ewer memiliki arsitektur minimalis dengan ornamen dan interior bernuansa budaya Asmat.

“Seperti pemasangan miniatur perahu suku Asmat yang bukan hanya sekedar alat transportasi tapi juga merupakan filosofi kehidupan dan kematian bagi suku Asmat,” ujar Menhub.

Lebih lanjut, Menhub mengatakan bahwa pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi di Kabupaten Asmat ini merupakan komitmen pemerintah, dalam pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia khususnya di Papua Selatan.

Sebelum kembali ke Bandar Udara Internasional Sentani, Kabupaten Jayapura dengan menggunakan pesawat, Presiden menyapa masyarakat yang hadir dalam acara peresmian tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: BPMI Setpres

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X