Ia menilai sampai saat ini hanya 3 kategori perusahaan yang sudah mengelola K3 dengan baik yaitu pertama perusahaan minyak dan gas, kedua perusahaan tambang dan ketiga adalah perusahaan manufaktur yang berorientasi ekspor.
Sementara itu Ketua World Safety Organization (WSO) Indonesia, Soehatman Ramli, DIPL. SM, SKM. MBA mengatakan bahwa dari total angka kecelakaan kerja nasional Indonesia yang berjumlah 250 ribu, industri pertambangan masih berkontribusi 6%. Sementara penyumbang terbesar adalah dari sektor konstruksi, yaitu mencapai angka 32%.
Karena itu baik Tan maupun Soehatman sama-sama menyambut baik langkah yang dilaksanakan oleh APKPI, yaitu menekankan pentingnya kolaborasi pada 1st Indonesian Mine Safety Summit 2023 sebagai upaya dalam mewujudkan pengelolaan Keselamatan Pertambangan maupun K3 terbaik di Indonesia. ***
Artikel Terkait
Minim Dukungan, Presiden Jokowi Minta OJK Lirik Hilirisasi Komoditas Ikan, Rumput Laut dan Minerba
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sebut Erupsi Gunung Merapi Tutupi Lubang Tambang Pasir, Tak Akan Seperti 2010
Presiden Minta Semua Perusahaan Tambang Harus Lakukan Rehabilitasi dan Reklamasi Pascatambang
Gubernur Sutarmdiji Ingin UPT Tenaga Kerja CSR Antam dan WHW Meningkatkan Skill Pekerja
Delta Dunia Makmur Dapat Kontrak Bakal Tambang Batubara di Saraji Queensland, Segini Nilai Kontraknya
Begini Sejarah Jeans Levi’s yang Kamu Harus Tahu. Ternyata Ada Kaitan dengan Tambang dan Pertanian Lho
Kemenperin Minta SMK-SMTI Banda Aceh Konsisten Menyediakan Tenaga Kerja Terampil Dukung Industri Kelapa Sawit