Sampai saat ini, lanjut sekitar 80 persen karyawan PT GKP merupakan masyarakat Wawonii Asli. Dan lebih dari separuh jumlah karyawan asli Wawonii adalah masyarkat yang bermukim di lima desa di Roko-Roko Raya.
“Kami pun tidak akan bisa bekerja dengan baik di pulau ini tanpa dukungan dari masyarakat lokal. Keliru sebenarnya kalau dibilang tujuan kami untuk memiskinkan masyarakat atau menyerobot apa yang bukan milik kami. Justru dengan bekerja bersama dan saling membangun, bisa kita dorong perkembangan di Pulau Wawonii,” tegas Alexander.
Kehadiran perusahaan telah membuka banyak peluang ekonomi baru bagi masyarakat, baik itu bekerja ataupun membuka usaha.
Multiplier effect kehadiran perusahaan, sudah dirasakan oleh masyarakat di sekitar lokasi tambang.
Bahkan Asisten III Bidang Administrasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Sukanto Toding, memberi apresiasi atas kegiatan pertambangan yang dilakukan oleh PT GKP.
Hal tersebut disampaikan usai melakukan kunjungan ke-site PT GKP pertengahan Mei lalu.
“Secara prinsip, kami melihat apa yang dilakukan PT GKP sangat baik. Untuk pengelolaan penataan ruang kawasan pertambangan, sudah memenuhi kaidah good mining practice. GKP juga peduli dengan agenda pengembangan dan pemberdayaan masyarakat sekitar,” ungka Sukanto, yang memimpin rombongan Forkopimda Provinsi Sultra. ***
Artikel Terkait
Kabar Gembira, Pemkot Surabaya Mau Gratiskan Air Bersih PDAM Bagi Warga Miskin
Mengenal Oleh-Oleh Dodol Salak Khas Sulawesi Utara
BNPB Bantu Sulawesi Selatan Rp5,4 Miliar Tangani Bencana Alam
Asyik, Warga Sulawesi Kemana-Mana Naik Kereta Api Nih. Gak Hanya di Jawa Lho Ada Rel Kereta Api
Daftar Plat Nomor Kendaraan dan Daerahnya di Indonesia. Dari Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera Hingga Sulawesi
20 Rumah Jawai Laut Sambas Siap Huni, Ada Akses Air Bersih