Ia menjelaskan, kepemimpinan moral yang disepakati itu diharapkan mampu menyetir kontestasi politik menjadi lebih baik.
Siapa pun pemimpin negeri ini yang terpilih, maka dia akan menjadi satu kepemimpinan yang sadar atas perilaku baik dan buruk.
"Kami sebagai kekuatan keagamaan kemasyarakatan yang non-politik praktis punya panggilan moral, hadir tanpa merasa paling benar sendiri," tegas Prof Haedar.
Rombongan PP Muhammadiyah diterima langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf yang didampingi Wakil Ketua Umum H Amin Said Husni, Sekretaris Jenderal H Saifullah Yusuf, serta Wakil Sekretaris Jenderal Najib Azca dan Suleman Tanjung.
Sementara Prof Haedar Nashir didampingi oleh Sekretaris Umum Prof H Abdul Mu'ti, Bendahara Umum Hilman Latief, jajaran Ketua Prof Anwar Abbas, Saad Ibrahim, dan Agus Taufiqurrahman, serta jajaran Sekretaris Izzul Muslimin dan M Sayuti. ***
Artikel Terkait
Presiden Jokowi Terima Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. Ini yang Dibicarakan
Rais Aam PBNU: Olahraga adalah Bagian dari Ibadah
Rebana dan Lantunan Shalawat Tandai Dibukanya Festival Kuliner, Bazar UMKM, dan Panggung Kreasi Porseni NU
Rektor Dr Syarif: Survey Lakpesdam NU, Ungkap IAIN Pontianak Zona Aman Nomor Satu Bebas Radikalisme
Presiden Jokowi Terima Ketua Umum PBNU. Isu Berikut Ini yang Dibahas
Presiden Jokowi Terima Kunjungan PP Pemuda Muhammadiyah
OJK Ingin Anggota NU Paham Literasi Keuangan Hindari Investasi Bodong