PONTIANAKGLOBE.COM, LABUAN BAJO -- Tenun Songke Manggarai adalah kain tenun tradisional yang berasal dari daerah Manggarai di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) Indonesia.
Kain ini dibuat menggunakan alat tenun punggung, yaitu alat tenun sederhana dan portabel yang memungkinkan penenun untuk menghasilkan pola dan desain yang rumit.
BACA JUGA: Jersey Real Madrid dari Masa ke Masa. Ternyata Ini Alasan Julukan Los Blancos
BACA JUGA: 8 Cara Mengatasi Agar Handphone Android Tak Lelet. Mulai dari Hapus Cache hingga Restart
Songke adalah kata dalam bahasa Manggarai yang berarti kain, dan Tenun berarti tenun.
Kain ini biasanya terbuat dari benang katun atau sutra yang diperoleh dari sumber lokal, dan dikenal karena warnanya yang cerah dan pola yang unik.
Desainnya sering terinspirasi dari lingkungan alam di daerah tersebut, termasuk hewan, tumbuhan, dan lanskap.
Secara tradisional, Tenun Songke Manggarai digunakan untuk keperluan upacara adat, seperti pernikahan dan pemakaman.
Namun, sekarang kain ini secara luas digunakan sebagai kain mode dan dekoratif untuk pakaian, tas, dan dekorasi rumah.
Proses pembuatan Tenun Songke Manggarai memakan waktu yang lama dan membutuhkan keterampilan dan kesabaran yang besar.
Para penenun harus dengan hati-hati memasang benang ke alat tenun dan menenunnya menjadi pola yang diinginkan.
Kain yang dihasilkan tahan lama dan dapat bertahan selama beberapa generasi.
Tenun Songke Manggarai tidak hanya menjadi warisan budaya yang indah dan berharga bagi masyarakat Manggarai, tetapi juga berfungsi sebagai sarana penghidupan bagi banyak penenun di daerah tersebut.
Artikel Terkait
Mengenal Kopi Flores, Rasa Lembut dan Keasaman Seimbang dengan Aroma Khas
Hari Kedua di Labuan Bajo, Presiden akan Tinjau Gladi KTT Ke-42 ASEAN
KTT ASEAN 2023, Indonesia Bahas Kerjasama Ekonomi Dengan Sejumlah Negara
Presiden Jokowi Dorong Penguatan Kolaborasi ASEAN dan Dunia Usaha
Para Pemimpin ASEAN Kenakan Tenun Songke Manggarai, Jokowi Ajak dengan Latar Kapal Pinisi