Mengenal Tenun Songke Manggarai, Bahan untuk baju yang Dipakai Presiden Jokowi dan Pemimpin ASEAN

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 11 Mei 2023 | 17:14 WIB
Presiden Jokowi menggunakan baju tenun songke Manggarai berwarna biru. Para pimpinan tertinggi negara ASEAN juga menggunakan baju tenun songke Manggarai. (Pontianak Globe/BPMI Setpres @Forlop Ind)
Presiden Jokowi menggunakan baju tenun songke Manggarai berwarna biru. Para pimpinan tertinggi negara ASEAN juga menggunakan baju tenun songke Manggarai. (Pontianak Globe/BPMI Setpres @Forlop Ind)

PONTIANAKGLOBE.COM, LABUAN BAJO -- Tenun Songke Manggarai adalah kain tenun tradisional yang berasal dari daerah Manggarai di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) Indonesia.

Kain ini dibuat menggunakan alat tenun punggung, yaitu alat tenun sederhana dan portabel yang memungkinkan penenun untuk menghasilkan pola dan desain yang rumit.

BACA JUGA: Jersey Real Madrid dari Masa ke Masa. Ternyata Ini Alasan Julukan Los Blancos

BACA JUGA: 8 Cara Mengatasi Agar Handphone Android Tak Lelet. Mulai dari Hapus Cache hingga Restart

Songke adalah kata dalam bahasa Manggarai yang berarti kain, dan Tenun berarti tenun.

Kain ini biasanya terbuat dari benang katun atau sutra yang diperoleh dari sumber lokal, dan dikenal karena warnanya yang cerah dan pola yang unik.

Desainnya sering terinspirasi dari lingkungan alam di daerah tersebut, termasuk hewan, tumbuhan, dan lanskap.

Secara tradisional, Tenun Songke Manggarai digunakan untuk keperluan upacara adat, seperti pernikahan dan pemakaman.

BACA JUGA: Real Madrid Bermain Imbang Lawan Manchester City, Semifinal Akan Ditentukan di Manchester Pekan Depan

BACA JUGA: Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti: Kami Pantas Menang. Pasca Tahan Imbang Manchester City, Itu Bola Keluar

Namun, sekarang kain ini secara luas digunakan sebagai kain mode dan dekoratif untuk pakaian, tas, dan dekorasi rumah.

Proses pembuatan Tenun Songke Manggarai memakan waktu yang lama dan membutuhkan keterampilan dan kesabaran yang besar.

Para penenun harus dengan hati-hati memasang benang ke alat tenun dan menenunnya menjadi pola yang diinginkan.

Kain yang dihasilkan tahan lama dan dapat bertahan selama beberapa generasi.

Tenun Songke Manggarai tidak hanya menjadi warisan budaya yang indah dan berharga bagi masyarakat Manggarai, tetapi juga berfungsi sebagai sarana penghidupan bagi banyak penenun di daerah tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X