Dokter Indonesia di Kota Hassa Terdampak Gempa Bumi Turki Habis Masa Tugas, Bagaimana Nasib Warga di Sana?

photo author
Yanuarius Viodeogo Seno, Pontianak Globe
- Senin, 27 Februari 2023 | 19:41 WIB
Ilustrasi bangunan runtuh akibat gempa bumi di Turki (Sumber foto: Pixabay)
Ilustrasi bangunan runtuh akibat gempa bumi di Turki (Sumber foto: Pixabay)

PONTIANAKGLOBE -- Tim medis Indonesia yang dinahkodai Ina-EMT resmi mengakhiri pelayanan medis darurat yang berlokasi di Kota Hassa, Hatay, Turki dan selanjutnya akan diteruskan oleh Kementerian Kesehatan Turki.

Rumah sakit yang beroperasi mulai 15 Februari 2023 tersebut meninggalkan komplek rumah sakit lapangan terdiri dari 18 tenda pelayanan milik MDMC Muhammadiyah dan Kementerian Kesehatan. Selain itu, sebanyak 11 tenda pendukung ukuran besar milik BNPB, Kementerian Kesehatan, Polri dan TNI.

Dubes RI untuk Turki Lalu Muhamad Iqbal mengatakan petugas akan meninggalkan Kota Hassa kembali ke Indonesia per 28 Februari 2023. Komplek rumah sakit darurat tersebut dapat menampung 150 pasien per harian.

"Nanti seluruh petugas Ina-EMT tetap akan melayani pasien hingga pukul 21.00 malam hari. Setelah petugas dan dokter Ina-EMT mengakhiri misi medis kedaruratanya nanti dilanjutkan oleh petugas dan dokter Turki," kata Lalu Muhamad Iqbal dikutip Pontianak Globe Senin (27 Februari 2023).

Sebelumnya, tim medis Indonesia merawat hampir 2000 pasien warga sekitar Kota Hassa, Hatay di rumah sakit medis darurat tersebut. Wakil Ketua Ina-EMT, dr. Corona Rintawan mengatakan 70% pasien mengeluhkan masalah pernafasan.

"Mungkin karena faktor cuaca, kondisi penampungan debu akibat proses pembongkaran puing reruntuhan masih terus berlangsung," kata dr. Corona.

Di sisi lain, dr. Era Catur Prasetya, dokter pelayanan kesehatan jiwa Ina-EMT mengatakan petugas dan dokter tidak hanya di lokasi rumah sakit medis darurat saja. Mereka jemput bola ke desa-desa sekitar lokasi rumah sakit darurat lapangan memberikan pelayanan kesehatan jiwa.

"Kami banyak bertemu penyintas yang mengalami gejala stres akut akibat gempa," kata Era Catur.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yanuarius Viodeogo Seno

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X