Menkes Budi Soroti Gengsi dan Biaya Tinggi Pendidikan Dokter Spesialis, 'Kalau Bukan Orang Kaya, Sulit Bertahan'

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 30 April 2025 | 10:33 WIB
Potret Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin. (Instagram @bgsadikin)
Potret Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin. (Instagram @bgsadikin)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menyoroti tingginya gengsi dan beban biaya dalam pendidikan dokter spesialis (PPDS) di Indonesia.

Menurut Budi, program PPDS umumnya diikuti oleh kalangan ekonomi atas, karena selama masa pendidikan yang berlangsung sekitar empat tahun, para residen—sebutan untuk calon dokter spesialis—tidak mendapatkan penghasilan.

Baca Juga: Para Kardinal Sepakat Konklaf Pemilihan Paus Baru Dimulai 7 Mei 2025, Ternyata Begini Alasannya

“Peserta PPDS biasanya sudah berkeluarga, sebelumnya bekerja sebagai dokter, dan memiliki pemasukan,” ujar Budi dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Selasa, 29 April 2025.

“Ketika memutuskan menjadi dokter spesialis, mereka harus berhenti bekerja, melamar ke fakultas kedokteran, dan belajar selama empat tahun tanpa pendapatan,” tambahnya.

Menkes menilai kondisi ini menjadi alasan mengapa mayoritas dokter spesialis berasal dari keluarga mampu.

Baca Juga: Kaka Slank Kenang Perjuangan Bunda Iffet dalam Menyelamatkan Mereka dari Narkoba

Biaya hidup selama pendidikan serta kebutuhan lainnya kerap menjadi beban berat bagi mereka yang berasal dari kelas menengah ke bawah.

“Kalau bukan orang kaya, akan sulit bertahan. Sulit untuk bisa hidup selama masa pendidikan,” jelasnya.

Namun demikian, Budi menyebutkan bahwa sistem baru Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) kini memungkinkan peserta PPDS menerima Bantuan Biaya Hidup (BBH).

Baca Juga: Yamaha XMAX 2025 Hadirkan Fitur Baru, Bikin Makin Canggih dan Nyaman

Jumlah bantuan tersebut bervariasi tergantung jenjang dan lokasi pendidikan.

“Kalau mereka berasal dari luar kota, sekarang ada bantuan meski tidak besar. Tapi setidaknya bisa membantu mereka bertahan,” pungkasnya. ***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X