Fenomena ‘Kabur Aja Dulu’ Viral di Medsos, Jusuf Kalla Beri Pujian, Jepang Buka Peluang bagi TKI

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 26 Februari 2025 | 06:40 WIB
Potret Eks Wapres RI, Jusuf Kalla (kiri) dan Presiden RI Prabowo Subianto (kanan). (Instagram @jusufkalla)
Potret Eks Wapres RI, Jusuf Kalla (kiri) dan Presiden RI Prabowo Subianto (kanan). (Instagram @jusufkalla)

Dalam sebuah kesempatan, ia memuji tenaga kerja Indonesia (TKI) sebagai pekerja keras dan sangat dihargai di Jepang.

Baca Juga: Kisah Hidup Paus Fransiskus, Dari Buenos Aires ke Tahta Kepausan. Begini Sepak Terjangnya saat Jadi Kardinal di Argentina

Masaki mengungkapkan bahwa pemerintah Jepang berupaya meningkatkan jumlah TKI di berbagai sektor.

"Mereka sangat dihargai oleh masyarakat Jepang. Jadi, misi saya adalah meningkatkan jumlah pekerja Indonesia di Jepang," ujar Masaki dalam perayaan ulang tahun Kaisar Jepang Naruhito ke-65 di Jakarta, pada 20 Februari 2025.

Ia menambahkan bahwa pekerja Indonesia dapat berkarier di berbagai bidang, termasuk transportasi, meskipun tetap diwajibkan memiliki pemahaman dasar bahasa Jepang.

"Di bidang apa pun, orang Indonesia diterima. Bahkan, ada seorang sopir bus asal Indonesia yang menjadi yang pertama di Jepang," kata Masaki.

Media Tiongkok Soroti Fenomena ‘Kabur Aja Dulu’

Fenomena ini juga mendapat perhatian dari media luar negeri, termasuk South China Morning Post (SCMP).

Dalam artikel yang terbit pada 14 Februari 2025, SCMP menyebut Kabur Aja Dulu sebagai bentuk "perlawanan budaya" dari anak muda Indonesia.

Menurut SCMP, gerakan ini mencerminkan ketidakpuasan terhadap minimnya kesempatan kerja di dalam negeri dan keinginan untuk mencari peluang yang lebih baik di luar negeri.

"Gerakan ini menunjukkan rasa frustrasi atas kurangnya kesempatan kerja di Indonesia dan mendorong generasi muda untuk bermigrasi," tulis SCMP.

Lebih lanjut, media asal Tiongkok itu mencatat bahwa tagar #KaburAjaDulu banyak digunakan oleh warganet Indonesia di berbagai platform seperti X dan TikTok sebagai bentuk aspirasi mereka untuk mencari kehidupan dan peluang yang lebih baik di luar negeri. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X