"Pak Hendro datang dan bertanya, 'Mau pulang nggak kamu?' Saya jawab, 'Mau, Pak,'" ungkapnya.
Baca Juga: Warga Altadena Gugat SoCal Edison, Diduga Penyebab Kebakaran Hebat di Los Angeles
A.M. Hendropriyono kemudian mengatakan bahwa Jusuf adalah orang baik, tetapi menjadi korban fitnah yang luar biasa.
Meski dibebaskan, Jusuf mengaku tetap merasa khawatir atas keselamatannya, terutama karena saat itu merupakan era operasi penembak misterius (petrus).
“Saya takut. Jangan-jangan saya dilepaskan cuma untuk di-petrus di jalan,” ujarnya.
Setelah dibebaskan pada dini hari, Jusuf segera menghubungi istrinya untuk dijemput dengan pengawalan.
Namun, ia tetap merasa waspada sepanjang perjalanan.
Alasan Penangkapan Terungkap Setelah 37 Tahun
Pertemuan Jusuf Hamka dengan A.M. Hendropriyono di Singapura pada 9 September 2024 mengungkap alasan di balik penangkapannya 37 tahun lalu.
“Pak Hendro bilang, 'Lu dulu dituduh membiayai pembajakan pesawat Woyla.' Keren sih, tapi untung nggak di-petrus,” kenangnya.
Jusuf menjelaskan bahwa penangkapan tersebut terjadi karena dirinya aktif melakukan islamisasi, yang kemudian dikaitkan dengan pembajakan pesawat Garuda Woyla.
Tuduhan tersebut dilaporkan ke Presiden Soeharto untuk mencari alasan menahannya.
“Waktu itu saya dianggap islamisasi, terus dikaitkan dengan pembajakan Woyla. Padahal setelah penyidikan, terbukti saya tidak terlibat sama sekali,” jelasnya.
Pembajakan Pesawat Woyla
Peristiwa pembajakan pesawat Garuda Indonesia penerbangan 206, yang dikenal sebagai Peristiwa Woyla, terjadi pada 28 Maret 1981.
Artikel Terkait
Densus 88 Antiteror Tangkap Terduga Teroris di Sambas Provinsi Kalbar, Begini Kesehariannya
Densus 88 Mengamankan Terduga Teroris Jaringan ISIS di Sambas, Begini Peran Terduga
Hendropriyono Mengubah Dukungannya Menjadi ke Ganjar-Mahfud
Hendropriyono Apresiasi Kepedulian dan Kehormatan Anita Ratnasari Tanjung, Syukuran ULang Tahun
Hendropriyono Terkejut Namanya Masuk TPN Ganjar-Mahfud; Mengaku Tak Layak karena Sudah Tua
Tiga Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Jawa Tengah, Begini Kronologisnya