Mahfud MD Kritik Penggunaan Mobil RI 36 oleh Raffi Ahmad, Tegaskan Pejabat Harus Jujur

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 16 Januari 2025 | 20:52 WIB
Tangkapan layar YouTube Mahfud MD yang tayang pada Selasa, 14 Januari 2025 komentari tindakan Raffi Ahmad gunakan mobil RI 36. (Youtube Mahfud MD)
Tangkapan layar YouTube Mahfud MD yang tayang pada Selasa, 14 Januari 2025 komentari tindakan Raffi Ahmad gunakan mobil RI 36. (Youtube Mahfud MD)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Polemik mobil dinas RI 36 yang melibatkan Raffi Ahmad memicu reaksi keras dari Mahfud MD.

Mantan Menko Polhukam ini menyoroti pentingnya etika dan tanggung jawab dalam penggunaan fasilitas negara, sembari mengkritik klarifikasi Raffi yang dianggap kurang transparan.

Baca Juga: Intip Koleksi Jam Tangan Mewah Raffi Ahmad Senilai Miliaran Rupiah dari Rolex hingga Richard Mille

Apa saja kritik Mahfud? Simak penjelasannya!

Polemik penggunaan mobil dinas RI 36 yang melibatkan Raffi Ahmad masih menjadi sorotan publik.

Insiden ini bahkan mendapat kritik langsung dari mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD.

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube-nya pada Selasa (14/1/2025), Mahfud MD menyoroti klarifikasi Raffi Ahmad yang menyebut dirinya tidak berada di dalam mobil saat insiden terjadi.

Mahfud mengingatkan bahwa kendaraan dinas negara hanya boleh digunakan oleh pejabat yang berwenang atau dengan pengawasan langsung dari pejabat tersebut.

“Begitu sudah ramai, baru ada yang bilang, ‘Oh bukan saya, itu mobil saya, tapi saya tidak ada di situ.’ Tidak boleh kendaraan dinas dipakai orang lain tanpa pejabatnya di sana,” tegas Mahfud.

Baca Juga: Sederet Selebriti Mulai Raffi Ahmad, Nagita Slavina hingga Happy Asmara Saksikan Prabowo Lepas Kapal RS TNI Bantu Palestina

Mahfud juga berbagi pengalaman saat menjabat sebagai pejabat negara, di mana penggunaan kendaraan dinas oleh keluarga atau pihak lain tidak diperbolehkan jika dirinya tidak ikut serta.

Ia menegaskan bahwa ajudan bertanggung jawab mencatat siapa saja yang menggunakan kendaraan dan waktu penggunaannya.

“Bahkan sekretaris pribadi saya pun tidak mau menggunakan mobil dinas karena tahu ada aturan yang ketat,” tambahnya.

Mahfud menilai insiden ini mencerminkan lemahnya kepatuhan terhadap etika penggunaan fasilitas negara. Ia juga mengkritik pernyataan Raffi yang dianggap tidak transparan.

“Saya tersinggung karena merasa dibohongi. Pejabat kok tidak jujur, negara jadi seperti kampungan begini,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X