Selain itu, Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, disebut melihat Prabowo sebagai sekutu potensial.
Baca Juga: Sisi Gelap Turis di Bali, Ternyata Banyak Juga Wisatawan Asing Terlibat Prostitusi
The Straits Times menyoroti harapan Anwar agar kerja sama antara Indonesia dan Malaysia dapat memperkuat investasi lintas batas, rantai pasokan, serta pembangunan berkelanjutan.
Namun, pendekatan Prabowo yang cenderung mempererat hubungan dengan Rusia dan Tiongkok juga memicu perdebatan.
Beberapa pengamat mempertanyakan apakah langkah tersebut sesuai dengan kepentingan strategis nasional dalam jangka panjang.
"Para pengamat akan memantau dengan cermat bagaimana Prabowo menavigasi keseimbangan global dan merespons kritik domestik atas kebijakan luar negerinya," tulis The Straits Times.
Artikel tersebut menutup dengan penekanan bahwa kepemimpinan global memerlukan dukungan kuat dari dalam negeri.
Prabowo dinilai tengah membangun pondasi tersebut untuk memimpin Indonesia melewati tantangan-tantangan besar di masa mendatang. ***
Artikel Terkait
Prabowo Subianto Minta Kementerian Hemat Demi Prioritas Anak dan Guru
Vonis Harvey Moeis 6,5 Tahun Picu Kritik Prabowo: 'Harusnya 50 Tahun'
Sri Mulyani Tegaskan Kunjungan Prabowo Saat Tutup Buku APBN 2024 Sangat Bersejarah
Prabowo Luncurkan Coretax, Berlaku 1 Januari 2025, Mudahkan Pengukuhan PKP
Prabowo Hapus Utang 1 Juta UMKM, Total Capai Rp 14 Triliun
Prabowo Tegaskan Bahan Makan Bergizi Gratis untuk Anak Sekolah Harus dari Desa, Bukan Impor