Kendati demikian, pihak kepolisian tetap menunggu hasil pemeriksaan psikologi forensik untuk menggali kondisi kejiwaan dan motif tersangka.
Kapolsek Cilandak, Kompol Febriman Sarlase, memaparkan kronologi kejadian.
Insiden terjadi di lantai dasar rumah korban.
Setelah melakukan aksi penusukan, MAS langsung diamankan oleh pihak kepolisian.
“Dua korban meninggal dunia berada di lantai dasar, sementara ibu tersangka telah dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi luka berat,” jelas Febriman.
Hasil tes urine menunjukkan tersangka negatif dari pengaruh narkoba.
"Tes urine negatif, tetapi kami masih mendalami kondisi kejiwaan tersangka," ujar AKBP Gogo Galesung, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan.
Dalam interogasi awal, tersangka mengaku mengalami gangguan tidur dan mendengar bisikan misterius yang membuatnya resah sebelum melakukan aksi tersebut.
Baca Juga: Sekarang Isi Pertalite dan Solar Wajib Punya QR Code MyPertamina, Begini Cara Daftarnya dengan Mudah
“Dia merasa ada hal-hal yang membisiki dan mengganggu pikirannya,” kata Gogo.
Polisi menilai pengakuan tersebut masih prematur dan membutuhkan pendalaman lebih lanjut.
“Ini baru keterangan awal. Kami akan menunggu hasil pemeriksaan psikologis untuk memastikan kebenarannya,” tutup Gogo.
Kasus ini menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama pada remaja.
Polisi berkomitmen mengusut tuntas kasus ini untuk mendapatkan kejelasan motif dan mencegah insiden serupa di masa depan. ***
Artikel Terkait
Polisi Berhasil Menangkap Pelaku Pembunuhan dan Pemerkosaan Bidan di Kapuas Hulu, Begini Kisah Lengkapnya
Oknum TNI Prada Yuwandi, Pelaku Pembunuhan Gadis Sri Mulyani di Pontianak, Ajukan Banding. Keluarga Korban Berharap Putusan Bandingnya Lebih Berat
UNPRI Klarifikasi Temuan Mayat di Kampus: Bukan Korban Pembunuhan, Melainkan Kadaver
Potongan Tubuh Misterius Ditemukan Dalam Parit di Pontianak, Diduga Korban Pembunuhan! Identitas dan Motif Masih Dicari Polisi
Kasus Rudapaksa dan Pembunuhan Siswi SMP di Palembang, Dampak Tontonan Tak Senonoh dan Peran Orang Tua
Rekonstruksi Pembunuhan Anak di Bawah Umur, Polresta Pontianak Ungkap Kronologi Tragis di Balik Tuduhan Pencurian