PONTIANAKGLOBE.COM, WASHINGTON -- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden sepakat untuk memperluas cakupan latihan militer bersama.
Termasuk, Super Garuda Shield, serta memperkuat kerja sama keamanan maritim antara kedua negara.
Baca Juga: BRI Turunkan Rasio Kredit Bermasalah Jadi 2,90 Persen, 4 Strategi Diungkap Direktur Utama Sunarso
Kesepakatan ini dihasilkan dalam pertemuan kedua pemimpin di Gedung Putih, Washington DC, pada Selasa, 12 November 2024 waktu setempat.
Dalam Fact Sheet yang dirilis di situs Gedung Putih, Super Garuda Shield telah berkembang menjadi salah satu landasan utama hubungan militer AS-Indonesia.
Latihan ini kini melibatkan lebih dari 4.000 personel dari 23 negara, termasuk Australia, Kanada, Prancis, Jepang, Selandia Baru, Filipina, Korea Selatan, Singapura, dan Inggris.
Tahun ini, untuk pertama kalinya, latihan tersebut mencakup latihan siber, memperluas cakupan kerjasama dan kesiapsiagaan di kawasan Indo-Pasifik.
“Kegiatan ini melibatkan lebih dari 4.000 personel dari berbagai negara yang berlatih berdampingan dalam salah satu latihan multinasional terbesar di kawasan,” ungkap keterangan itu, dikutip Rabu, 13 November 2024.
Selain memperluas latihan militer, kedua negara berkomitmen mempererat hubungan pertahanan.
Saat ini, Indonesia dan AS menjalankan lebih dari 200 aktivitas militer bersama setiap tahun.
Program Pendidikan dan Pelatihan Militer Internasional AS dengan Indonesia pun tercatat sebagai program terbesar di kawasan USINDOPACOM, menandai pentingnya kerjasama pendidikan pertahanan.
Dalam Joint Statement Gedung Putih, Prabowo dan Biden menyatakan komitmen untuk memperkuat stabilitas regional dan menjaga keamanan Indo-Pasifik.
Baca Juga: Di Tengah Kunker di AS, Prabowo Kunjungi Toko Buku Second Story Books di Washington DC
Keduanya juga menegaskan pentingnya Perjanjian Kerja Sama Pertahanan yang ditandatangani pada 2023 untuk mewujudkan keamanan yang lebih komprehensif.
Artikel Terkait
Jam Tangan Langka FP Journe Terjual Rp124 Miliar, Pembelinya Mark Zuckerberg?
Kisah Yaakov Baruch, Rabi Indonesia yang Tumbuh di Keluarga Multikultural
Menguak Identitas Yahudi di Indonesia, Begini Kisah Rabi Yaakov Baruch dan Sinagoga Shaar Hashamayim
BRI Cetak Rekor Pembiayaan Hijau, Portofolio Berkelanjutan Capai Rp764,8 Triliun
Pertemuan Prabowo dan Biden di Gedung Putih, Disambut Jajar Kehormatan Tentara AS
Prabowo Bahas Solusi Palestina saat Makan Malam dengan Menlu AS Antony Blinken