BRI Journalism 360 Sapa Mahasiswa UNDIP, Dorong Generasi Muda Jadi Pengusaha Media

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 29 Oktober 2024 | 12:51 WIB
CEO Promedia Agus Sulistriyono berbagi pandangannya mengenai peluang bisnis yang bisa dijalani oleh anak muda, termasuk menjadi pengusaha media pada acara bertajuk "BRI Journalism 360: Jurnalisme Berkualitas dan Berkelanjutan" di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 23-24 Oktober 2024. (Dok. Pontianak Globe)
CEO Promedia Agus Sulistriyono berbagi pandangannya mengenai peluang bisnis yang bisa dijalani oleh anak muda, termasuk menjadi pengusaha media pada acara bertajuk "BRI Journalism 360: Jurnalisme Berkualitas dan Berkelanjutan" di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 23-24 Oktober 2024. (Dok. Pontianak Globe)

"Promedia memiliki program yang membantu content creator untuk mendapatkan penghasilan," ujar Agus.

Ia juga memperkenalkan program "contentpreneur" bagi individu yang berbakat dalam membuat konten dan menjelaskan bahwa kolaborasi yang tepat dapat memberikan pendapatan yang signifikan bagi content creator.

Baca Juga: Kisah Sukses Petani Salak Pondoh di Desa Kutambaru, Raih Omzet Puluhan Juta Setelah Dapat Dukungan BRI

Mediapreneurtalks BRI Journalism 360

Acara BRI Journalism 360 berlanjut pada hari kedua dengan diskusi "Mediapreneurtalks: Jurnalisme Berkualitas dan Berkelanjutan" di Hotel Aston Semarang pada Kamis, 24 Oktober 2024.

Diskusi ini membahas empat topik utama, yaitu model bisnis media berkelanjutan, tren iklan digital, perubahan algoritma Google, dan Publisher Right.

Empat pembicara utama hadir dalam diskusi ini: CEO Promedia Agus Sulistriyono, Koordinator Bidang Pelatihan dan Program Jurnalisme Berkualitas Publisher Rights Fransiskus Surdiasis, CEO Props Ilona Juwita, dan GM Media Network Promedia Agil Hari Santoso.

Agus Sulistriyono menyatakan keyakinannya bahwa bisnis informasi akan tetap eksis meskipun mediumnya akan terus berubah seiring zaman.

"Bangun brand media kita dengan konten berkualitas agar bisnis bisa berkelanjutan, apapun mediumnya," ujarnya.

CEO Props Ilona Juwita mengajak pelaku media untuk tetap menjaga kualitas konten mereka, terutama terkait iklan digital yang kini bisa disesuaikan dengan karakter konten.

“Iklan sekarang tidak hanya sekadar visual, tapi pesan yang disampaikan harus sesuai dengan konteks,” tegas Ilona.

Fransiskus Surdiasis, dari Publisher Rights, menegaskan pentingnya menjembatani kerjasama antara media di Indonesia dan platform digital, seperti Meta dan Google, untuk mendukung jurnalisme berkelanjutan.

Agil Hari Santoso, GM Media Network Promedia, membahas pengaruh perubahan algoritma Google terhadap media online di Indonesia.

"Sebagai search engine terbesar, perubahan algoritma Google berdampak pada seluruh website, termasuk media online,” kata Agil.

Dengan berbagai sesi diskusi dan wawasan yang disampaikan, BRI Journalism 360 sukses memberikan pengetahuan baru bagi pelaku media dan generasi muda di Semarang mengenai peluang dan tantangan di industri media. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X