Dalam pidatonya, Prabowo juga mengingatkan pentingnya introspeksi bagi semua elemen bangsa.
Baca Juga: Solusi Pertanian Ramah Lingkungan di Dusun Ayo Gundaleng
Ia menekankan bahwa Indonesia harus berani mengakui dan memperbaiki berbagai kebocoran dan penyelewengan yang masih terjadi.
“Kita harus menghadapi kenyataan bahwa masih terlalu banyak kebocoran, penyelewengan, dan korupsi di negara kita,” ungkap Prabowo.
Ia juga menyoroti adanya kolusi antara pejabat politik dan pengusaha nakal yang merugikan negara. “Jangan takut menghadapi realita ini.
Terlalu banyak penyimpangan dan kolusi antara pejabat dengan pengusaha yang tidak patriotik,” tegasnya.
Baca Juga: Keuskupan Agung Pontianak Umumkan Pastor Fransiskus Yosnianto OFMCap Sebagai Vikaris Jenderal Baru
Prabowo menegaskan bahwa kondisi ini berbahaya bagi masa depan generasi penerus dan menuntut adanya perbaikan besar-besaran, terutama karena masih banyak masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.
“Kita masih melihat terlalu banyak saudara-saudara kita yang belum menikmati hasil kemerdekaan, yang hidup di bawah garis kemiskinan. Terlalu banyak anak-anak yang pergi ke sekolah tanpa sarapan atau tanpa pakaian yang layak,” tutup Prabowo. ***
Artikel Terkait
Paus Fransiskus Sampaikan Salam Hangat kepada Presiden Terpilih Prabowo di Istana Merdeka
Dalam Kunjungan ke Vietnam, Prabowo Bahas Kerjasama Strategis dengan Presiden Tô Lâm
Presiden Jokowi Sikapi Pembebasan Pilot Susi Air Philip Mehrtens, Tegaskan Keselamatan Prioritas, Negosiasi Tak Perlu Dipublikasikan
Presiden Jokowi Resmikan Injeksi Bauksit Perdana di Smelter Alumina PT BAI Mempawah Kalbar, Dorong Hilirisasi Mineral
Reaksi Positif Rakyat Jelang Pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI
H-1 Pelantikan Prabowo Subianto Sampaikan Rasa Syukur kepada Semua Presiden RI, Begini Katanya