Baparekraf Developer Day (BDD) 2024 Yogyakarta, Mendorong Ekosistem Digital yang Inklusif dan Kompetitif

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 7 Oktober 2024 | 15:02 WIB
Baparekraf Developer Day (BDD) 2024 Yogyakarta: Mendorong Ekosistem Digital Inklusif dan Kompetitif (Sumber Foto: Promedia Teknologi Indonesia)
Baparekraf Developer Day (BDD) 2024 Yogyakarta: Mendorong Ekosistem Digital Inklusif dan Kompetitif (Sumber Foto: Promedia Teknologi Indonesia)

PONTIANAKGLOBE.COM, YOGYAKARTA -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) sukses menyelenggarakan Baparekraf Developer Day (BDD) 2024 di Kota Yogyakarta, pada Minggu, 6 Oktober 2024.

Acara ini bertujuan untuk memperkuat pengembangan ekosistem digital di Indonesia dengan fokus pada pengembang aplikasi dan web, subsektor ekonomi kreatif yang mengalami pertumbuhan pesat sejak pandemi.

Baca Juga: IDI Mengadakan Acara Puncak Hari Bakti Dokter Indonesia 2024 di Yogyakarta dengan Berbagai Kegiatan Sosial Kesehatan

Yogyakarta dipilih sebagai tuan rumah karena potensinya sebagai kota dengan kemajuan di bidang teknologi dan pendidikan.

Dikenal sebagai pusat inovasi, kota ini memiliki universitas-universitas ternama dan komunitas kreatif yang terus berkembang, menjadikannya berperan penting dalam mendorong ekosistem digital Indonesia.

Baca Juga: Syawalan FOMSA Perkuat Persatuan dan Silaturahmi Warga Sawahan di Bantul Yogyakarta

Dari 4.000 pendaftar, sebanyak 1.000 developer terpilih mengikuti acara ini secara langsung, dengan peserta yang bahkan datang dari Merauke, Papua.

"Ini membuktikan bahwa minat anak muda untuk bertransformasi secara digital telah menjangkau seluruh wilayah Nusantara. Kami berharap acara ini mampu membantu mengisi kekurangan 9 juta talenta digital yang dibutuhkan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno.

Baca Juga: Dari Yogyakarta Langsung ke Bekasi, Prabowo Sapa Ratusan Pedagang Bakso

Indonesia kini menjadi salah satu negara dengan potensi ekonomi digital terbesar di dunia, dengan proyeksi nilai ekonomi digital yang diperkirakan mencapai ratusan miliar dolar dalam beberapa tahun ke depan.

Namun, tantangan besar yang masih dihadapi adalah kesenjangan keterampilan digital.

Terdapat perbedaan signifikan antara permintaan tenaga kerja di sektor digital dengan ketersediaan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

“BDD 2024 juga menjadi ajang berjejaring bagi peserta dengan pelaku industri teknologi, startup, dan investor yang memiliki minat besar dalam pengembangan teknologi digital. Acara ini menjadi platform strategis untuk memamerkan ide-ide kreatif serta membuka peluang kolaborasi dan kerja sama lebih lanjut,” jelas Muhammad Neil El Himam, M.Sc, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf.

Baca Juga: Operasi Tangkap Tangan di Kalsel: Orang Kepercayaan Gubernur Diduga Terima Suap

BDD merupakan hasil kolaborasi antara Kemenparekraf/Baparekraf dengan Dicoding, yang merupakan mitra resmi Google Developers dan Google Cloud Partner di Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X