Menurut Arteria, kesetiaan pada keputusan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, adalah bentuk penghormatan tertingginya.
Baca Juga: Jutaan Orang Terkena Dampak Topan Super Yagi yang Menghantam Vietnam
Ia menyebut bahwa selama ini selalu mematuhi segala perintah partai, meskipun kadang dianggap tidak populer atau sulit berkompromi.
"Saya merasa sudah hampir sepuluh tahun mengabdi di DPR dengan penuh dedikasi dan kehormatan, jadi tidak ada alasan untuk ngotot," jelasnya.
Lebih lanjut, Arteria mengungkapkan bahwa Romy Soekarno mendatanginya secara pribadi dan memohon agar bisa duduk di DPR untuk mewujudkan cita-citanya.
Menurut Arteria, Romy ingin mewujudkan impian tersebut di hadapan Megawati Soekarnoputri dan almarhum ibunya, Rachmawati Soekarnoputri.
Baca Juga: Topan Yagi Hantam Vietnam, Badai Terkuat Dalam 30 Tahun Terakhir Tewaskan 325 Orang
"Beliau mendatangi saya dan memohon agar saya membantu mewujudkan cita-citanya, yang hanya bisa terwujud jika beliau duduk di DPR. Saat itu juga, saya mengatakan, 'Insya Allah Mas, saya akan mundur. Ini adalah kehormatan bagi saya untuk melayani Mas sebagai bagian dari Keluarga Besar Bung Karno,'" ujar Arteria.
Arteria mengaku telah bertemu dengan Romy sebanyak tiga kali untuk membicarakan teknis pengunduran dirinya.
Ia juga menandatangani surat pengunduran diri pada 27 September 2024, tepat pada hari lahir almarhumah Rachmawati Soekarnoputri.
"Semoga ini menjadi kado untuk Bu Rachma, dan saya berharap Mas Romy bisa menjadi legislator yang amanah. Saya titipkan Blitar sebagai Bumi Bung Karno, dan saya yakin di bawah Romy, Blitar akan lebih hebat," tutup Arteria. ***
Artikel Terkait
PDIP Umumkan 9 Pasangan Calon yang Didukung di Pilkada Kalbar, Termasuk Pasangan Karolin-Erani
PDIP Berencana Berkoalisi dengan Golkar untuk Mengusung Airin di Pilgub Banten
Pasangan Sujiwo-Sukiryanto Resmi Terima Rekomendasi PDIP untuk Pilkada Kubu Raya 2024
PDIP Sekadau Matangkan Strategi Menangkan Pilkada 2024 dengan Mengusung Martinus Sudarno
Ini Tanggapan Krisantus Kurniawan Terkait Namanya Dipilih PDIP Untuk Mendampingi Ria Norsan di Pilgub Kalbar 2024
Caleg Terpilih PDIP Tia Rahmania Dipecat dan Gagal Dilantik ke Senayan, Isu Kontroversi Penggelembungan Suara Serta Deretan Kasus Gagal Pelantikan