Mengintip Peta Geologi dan Aktivitas Sesar Aktif di Gorontalo, Bencana Gempa Membayangi Warga Pesisir dan Lereng Gunung

photo author
Castilo Gagas Panamuan, Pontianak Globe
- Selasa, 24 September 2024 | 21:17 WIB
Ilustrasi penelitian gempa bumi.  (Freepik.com @freepik)
Ilustrasi penelitian gempa bumi. (Freepik.com @freepik)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Gempa bumi dengan magnitudo 6,4 SR mengguncang Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, pada Selasa, 24 September 2024.

Pusat gempa terletak 76 kilometer barat daya Bone Bolango dan dirasakan di wilayah Kotamobagu, Bolaang Mongondow Selatan, serta Pohuwato dengan intensitas skala III-IV Modified Mercalli Intensity (MMI).

Baca Juga: 10 Bencana Gempa Bumi Dahsyat di Indonesia dengan Korban Banyak

Skala Mercalli adalah satuan yang digunakan untuk mengukur kekuatan gempa bumi berdasarkan dampak yang dirasakan di lokasi tanpa peralatan seismometer.

Gempa yang terjadi dinihari di Gorontalo tersebut berada pada skala III MMI, yang menyebabkan getaran nyata di dalam rumah, mirip dengan suara truk besar yang lewat.

Gorontalo dikenal sebagai daerah yang rawan bencana gempa bumi.

Berikut adalah beberapa faktor penyebab sering terjadinya gempa bumi di wilayah ini:

1. Peta Geologi Gorontalo

Gorontalo terletak di pertemuan dua lempeng besar, yaitu lempeng Pasifik dan Eurasia.

Peta geologi menunjukkan adanya struktur sesar yang memotong wilayah Kota Gorontalo serta melintasi Danau Limboto.

Ini menunjukkan bahwa fokus kejadian gempa bumi di Gorontalo terletak di wilayah daratan dan tengah Gorontalo.

Baca Juga: Terkini...Gempa Bumi Terjadi di Pacitan Jawa Timur Berkekuatan 6.0 Magnitudo

2. Aktivitas Sesar Aktif

Gorontalo pernah mengalami gempa magnitudo 7,7 SR pada 17 November 2008.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, mengungkapkan bahwa gempa tersebut terjadi akibat aktivitas sesar naik yang berarah Barat-Timur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X