Sempat Alami Asma, Pilot Susi Air Philip Mehrtens Kini Membaik Usai Bebas dari OPM

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 21 September 2024 | 13:40 WIB
Pilot Susi Air, Philip Mehrtens, saat ini masih menjalani pemeriksaan kesehatan setelah dibebaskan dari penyanderaan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). (IST)
Pilot Susi Air, Philip Mehrtens, saat ini masih menjalani pemeriksaan kesehatan setelah dibebaskan dari penyanderaan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). (IST)

Kronologi Penyanderaan:
- 7 Februari 2023: Philip Mark Mehrtens ditahan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Pesawat Susi Air yang dia terbangkan, dengan nomor registrasi SI 9368, hilang kontak pada pukul 07.40 WIT dan ditemukan dalam kondisi terbakar.

Baca Juga: 4 Fakta Unik MotoGP Mandalika 2024, Parade Marc Marquez Hingga Keindahan Sirkuit Eksotis di Tepi Pantai

Negosiasi Awal:
- Setelah penyanderaan, kelompok bersenjata menyatakan tidak menuntut uang tebusan, melainkan menuntut kemerdekaan Papua.

Mereka juga menegaskan bahwa Philip bukanlah musuh, melainkan seorang teman dari Selandia Baru.

Maret 2023:
- Pada 23 Maret, TNI-Polri melancarkan operasi militer terhadap markas kelompok bersenjata dalam upaya membebaskan Philip yang sudah hampir dua bulan ditahan.

Aksi ini memicu serangan balik dari kelompok tersebut, mengakibatkan korban jiwa di kedua belah pihak.

Baca Juga: KRIS Ajak Pengusaha Terlibat Penanganan Stunting di Indonesia

Ultimatum dan Mediasi:
- Pada 27 Mei 2023, Philip muncul dalam video di mana ia mengungkapkan bahwa dirinya akan dieksekusi jika negosiasi gagal dalam dua bulan.

Kelompok yang dipimpin oleh Egianus Kogoya juga meminta negosiasi dengan pemerintah Indonesia.

Negosiasi Sempat Buntu
- Hingga Juli 2023, upaya mediasi yang dilakukan oleh tokoh masyarakat dan agama belum membuahkan hasil.

Negosiasi mengalami kebuntuan, sementara pasukan keamanan terus beroperasi di wilayah tersebut.

Pernyataan TPNPB:
- Pada awal Agustus 2024, juru bicara TPNPB mengklaim bahwa mereka berencana membebaskan Philip dalam waktu dekat dan meminta pemerintah menghargai inisiatif mereka dalam proses ini.

Kasus ini menggambarkan kompleksitas konflik di Papua serta tantangan besar dalam mengupayakan penyelesaian penyanderaan secara damai.

Pemerintah Indonesia tetap berupaya untuk menyelamatkan Philip Mark Mehrtens di tengah situasi yang semakin sulit. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X