Israel Rilis Daftar 300 Tahanan Palestina yang Akan Dibebaskan, Dampak Gencatan Senjata dan Pertukaran Sandera

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 22 November 2023 | 22:52 WIB
Ilustrasi. Saat ini, perang Israel-Gaza telah menewaskan lebih dari 5.000 orang, termasuk lebih dari 2.700 warga Palestina dan lebih dari 1.400 orang Israel. (Freepik)
Ilustrasi. Saat ini, perang Israel-Gaza telah menewaskan lebih dari 5.000 orang, termasuk lebih dari 2.700 warga Palestina dan lebih dari 1.400 orang Israel. (Freepik)

PONTIANAKGLOBE.COM, YERUSALEM -- Israel pada Rabu, 22 November 2023 merilis daftar 300 tahanan Palestina yang akan dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran sandera dengan Hamas.

Daftar tersebut, yang dirilis oleh Kementerian Kehakiman Israel, mencakup nama, usia dan kasus yang diklaim sebagai bentuk pelanggaran.

Baca Juga: Rumah Sakit Baptis Al-Ahli Satu-satunya yang Beroperasi di Gaza, Menangani 500 Korban Konflik Israel-Hamas

Pada awalnya, hanya 150 tahanan yang diperkirakan akan dibebaskan.

Namun, laporan dari BBC menyebut ada 300 nama di situs tersebut.

Daftar tersebut termasuk berbagai macam tahanan, mulai dari remaja hingga pria lanjut usia.

Beberapa tahanan yang akan dibebaskan termasuk mereka yang dipenjara karena melakukan serangan terhadap Israel, serta mereka yang dipenjara karena aktivitas politik.

Baca Juga: Kelompok Houthi di Yaman Klaim Tembakkan Rudal Balistik ke Arah Israel Begini Israel Mencegatnya di Dekat Eilat

Pembebasan tahanan ini merupakan bagian dari kesepakatan pertukaran sandera yang dicapai antara Israel dan Hamas pada bulan Mei 2023.

Dalam kesepakatan tersebut, Israel setuju untuk membebaskan 50 tahanan Palestina, termasuk beberapa tahanan yang dipenjara karena melakukan serangan terhadap Israel.

Sebagai imbalannya, Hamas setuju untuk membebaskan dua warga Israel yang telah diculik pada tahun 2014.

Baca Juga: Tentara IDF Israel Berbagi Foto di Parlemen Hamas yang Berhasil Mereka Taklukkan

Pembebasan tahanan Palestina ini disambut dengan baik oleh pihak Palestina.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut pembebasan tersebut sebagai "langkah penting dalam upaya untuk mencapai perdamaian." Namun, pembebasan tersebut juga menuai kritik dari pihak Israel.

Perdana Menteri Israel Yair Lapid menyebut pembebasan tersebut sebagai "keputusan yang berbahaya" yang akan membahayakan keamanan Israel.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: jpost.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X