Kontroversi Larangan Hijab di Tajikistan, Begini Profil Negara yang Tak Punya Garis Pantai Itu

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 27 Juni 2024 | 07:19 WIB
Republik Tajikistan menerapkan pelarangan penggunaan hijab  (Twitter @NiohBerg)
Republik Tajikistan menerapkan pelarangan penggunaan hijab (Twitter @NiohBerg)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Tajikistan, negara mayoritas Muslim, baru-baru ini melarang warganya mengenakan jilbab dan merayakan hari besar Islam.

Berikut adalah profil negara Tajikistan dan informasi mengenai larangan tersebut.

Baca Juga: Madeira, Pulau Wisata Portugal yang Mempesona dan Menawarkan Segalanya

Menurut Encyclopedia Britannica, Tajikistan adalah negara di Asia Tengah yang tidak memiliki garis pantai.

Negara ini berbatasan dengan Kirgistan di utara, China di timur, Afganistan di selatan, dan Uzbekistan di barat serta barat laut.

Ibu kota Tajikistan adalah Dushanbe. Negara ini adalah bagian dari Uni Soviet dari tahun 1929 hingga merdeka pada tahun 1991.

Meski wilayahnya merupakan yang terkecil di antara lima negara Asia Tengah lainnya, Tajikistan memiliki elevasi tertinggi dengan sebagian besar wilayahnya berupa pegunungan, setengahnya berada di atas ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut.

Baca Juga: 11 Rekomendasi Destinasi Gratis Terbaik di Sydney Australia

Penduduk Tajikistan terdiri dari berbagai etnis, dengan mayoritas adalah etnis Tajik.

Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Tajik.

Ekonomi negara ini sangat bergantung pada sektor pertanian dan jasa, dengan kapas sebagai komoditas unggulan.

Peternakan sapi bertanduk panjang, domba gissar, dan kambing, serta budidaya buah-buahan, biji-bijian, dan sayuran juga penting bagi perekonomian.

Baca Juga: Panduan Terbaru Membuat Working Holiday Visa Australia

Menurut Asosiasi Arsip Data Agama (ARDA), Tajikistan memiliki luas 55.300 mil persegi dan populasi lebih dari tujuh juta jiwa, dengan sekitar 97 persen di antaranya mengidentifikasi diri sebagai Muslim.

Larangan berjilbab dan merayakan hari besar Islam sangat mengkhawatirkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X