Hadiri Beijing International Film Festival, Arief Rosyid Minta Pemerintah Lebih Mendukung Ekosistem Perfilman di Indonesia

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 23 April 2024 | 09:41 WIB
Arief Rosyid Hasan menghadiri acara 14th Beijing International Film Festival (BJIFF), sebuah festival tahunan yang menyatukan para sineas dari berbagai penjuru dunia. Ia adalah Eksekutif Produser dari Film LAFRAN.  (Dok. Pontianak Globe)
Arief Rosyid Hasan menghadiri acara 14th Beijing International Film Festival (BJIFF), sebuah festival tahunan yang menyatukan para sineas dari berbagai penjuru dunia. Ia adalah Eksekutif Produser dari Film LAFRAN. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, BEIJING -- Arief Rosyid Hasan, seorang Eksekutif Produser dari Film LAFRAN, menghadiri acara 14th Beijing International Film Festival (BJIFF), sebuah festival tahunan yang menyatukan para sineas dari berbagai penjuru dunia.

Dengan tema “Englightened by Films, United as One”, BJIFF kali ini berlangsung dari 18 hingga 26 April 2024 di Beijing, China.

Partisipasi Arief dalam acara ini merupakan bagian dari upaya untuk memperluas jaringan dan berbagi pengetahuan dengan para sineas internasional, dengan tujuan mendorong eksistensi film-film Indonesia di panggung global.

Baca Juga: Tantangan Identitas dalam Film ‘Gunung Emas Almayer’ Adaptasi Karya Sastra dari Novelis Polandia Joseph Conrad

“Saya sangat bersyukur bisa hadir dalam rangkaian acara BJIFF ke-14 di Negeri Tirai Bambu bersama para tokoh perfilman Indonesia. Ini adalah kesempatan luar biasa bagi kami untuk belajar dari para ahli di industri film dari berbagai belahan dunia,” ungkap Arief.

“Pada tahun 2030, kita akan memasuki puncak bonus demografi, dimana jumlah populasi usia produktif akan melampaui jumlah populasi non-produktif. Hal ini menandakan dominasi generasi muda di Indonesia. Menempuh perjalanan hingga ke China adalah langkah penting bagi kita untuk terus belajar dan berkembang,” tambah aktivis asal Sulawesi Selatan ini.

Arief juga menekankan pentingnya peran generasi muda Indonesia dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045.

“Di masa depan, orang muda akan memegang peran yang semakin krusial dalam pembangunan, termasuk dalam industri kreatif dan perfilman. Saya selalu mengajak mereka untuk berani tampil di panggung utama, menjadi pemimpin, dan bukan sekadar penonton,” paparnya.

Baca Juga: Catatan Penting Dalam Film Dokumenter Dirty Vote

“Regenerasi adalah kunci keberlanjutan dalam setiap bidang, termasuk dalam industri perfilman. Generasi muda yang kini mulai mengisi ranah perfilman diharapkan akan menjadi motor penggerak bagi film-film Indonesia di tingkat internasional. Oleh karena itu, pemerintah perlu lebih mendukung ekosistem perfilman agar mampu menciptakan lebih banyak peluang kerja bagi generasi muda dan mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif untuk kemajuan Indonesia,” tegas Arief.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Bisnis dan Pembiayaan Badan Perfilman Indonesia, Celerina Judisari, mengatakan, “Indonesia harus aktif dalam mengikuti Festival Film Internasional seperti Beijing International Film Festival ke-14 ini, menjalin hubungan, dan memberikan informasi kepada dunia bahwa industri film di Indonesia terus berkembang.”

Ayie, panggilan akrab Celerina, juga menambahkan bahwa Indonesia dapat menciptakan platform serupa di masa depan untuk memperkenalkan lebih banyak lagi karya film Indonesia kepada dunia, dan memajukan ekosistem perfilman Indonesia.

Beijing International Film Festival (BJIFF) pertama kali diadakan pada tahun 2011, dan tahun ini, acara tersebut diselenggarakan oleh China Film Administration dengan kerjasama berbagai instansi pemerintah, baik nasional maupun daerah, serta pihak swasta.

Tentang Film LAFRAN

Film LAFRAN adalah film biopik tentang pendiri organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pahlawan Nasional, Lafran Pane (Dimas Anggara), ini diawali sejak Lafran kecil (Nabil Lungguna), yang cerdas namun kurang disiplin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X