Ahli ITB Ungkap Bahaya Tersembunyi Erupsi Gunung Ruang di Tengah Lautan: Tsunami, Lahar Panas, dan Abu Vulkanik Membayangi

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Minggu, 21 April 2024 | 20:06 WIB
Suasana erupsi Gunung Api Ruang di Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, pada pukul 01.30 WIB, Rabu, 17 April 2024. (BPBD kab Sitaro)
Suasana erupsi Gunung Api Ruang di Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, pada pukul 01.30 WIB, Rabu, 17 April 2024. (BPBD kab Sitaro)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Sebuah erupsi baru-baru ini dari Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, telah menimbulkan kekhawatiran akan bahaya yang tersembunyi dari fenomena ini.

Pada Selasa malam tanggal 16 April 2024, Gunung Ruang melepaskan lahar panas dan asap, dengan potensi memicu tsunami di wilayah sekitarnya.

Statusnya yang semula berada pada Level III (SIAGA) kini telah meningkat menjadi Level IV (AWAS), mengakibatkan evakuasi sebanyak 272 Kepala Keluarga atau 828 jiwa.

Baca Juga: Kapal Perang TNI AL Sigap Bantu Korban Erupsi Gunung Ruang di Sulawesi Utara: Bawa Bantuan dan Lakukan Evakuasi

Dr Mirzam Abdurrachman, seorang ahli Vulkanologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menjelaskan bahwa erupsi Gunung Ruang merupakan bagian dari Busur Sangihe-Selebes, yang meliputi wilayah Sulawesi Utara hingga Filipina.

Fenomena ini menjadi menarik karena terjadi secara bersamaan dengan beberapa gunung api lainnya di Indonesia, seperti Gunung Merapi, Gunung Semeru, Gunung Marapi, dan Gunung Lewatolo.

Dr Mirzam menjelaskan bahwa gunung-gunung api aktif secara bersamaan bisa disebabkan oleh dua hal: jika mereka berada dalam busur yang sama, atau jika mereka berada di busur yang berbeda tetapi meletus dalam interval waktu yang hampir bersamaan.

Gunung Ruang, sebagaimana dijelaskan, adalah gunung api strato yang umum di Indonesia.

Keunikannya terletak pada lokasinya yang berada di tengah laut, meningkatkan potensi bahaya seperti tsunami jika terjadi letusan yang kuat.

Baca Juga: Pangdam III/Siliwangi Mayjen Mohammad Fadjar Dampingi Kunjungan Wakasad Memeriksa Fasdik di Wilayah Kodam Siliwangi

Selain itu, aliran lava dan material piroklastik yang terpanas juga merupakan ancaman serius bagi masyarakat di sekitarnya.

Abu vulkanik yang dihasilkan juga dapat merusak ekosistem dan membahayakan kesehatan pernapasan.

Dr Mirzam juga mencatat bahwa erupsi Gunung Ruang dapat menyebabkan fenomena kilatan, yang sebenarnya adalah hal umum dalam aktivitas gunung api.

Sejarah mencatat bahwa erupsi Gunung Ruang pada tahun 1871 memicu tsunami yang menewaskan sekitar 400 orang.

Meskipun informasi tentang riwayat erupsi Gunung Ruang masih terbatas, penelitian menunjukkan bahwa interval waktu antara letusan dapat mengindikasikan potensi bahaya letusan berikutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: itb.ac.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X