PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Sebuah erupsi baru-baru ini dari Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, telah menimbulkan kekhawatiran akan bahaya yang tersembunyi dari fenomena ini.
Pada Selasa malam tanggal 16 April 2024, Gunung Ruang melepaskan lahar panas dan asap, dengan potensi memicu tsunami di wilayah sekitarnya.
Statusnya yang semula berada pada Level III (SIAGA) kini telah meningkat menjadi Level IV (AWAS), mengakibatkan evakuasi sebanyak 272 Kepala Keluarga atau 828 jiwa.
Dr Mirzam Abdurrachman, seorang ahli Vulkanologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menjelaskan bahwa erupsi Gunung Ruang merupakan bagian dari Busur Sangihe-Selebes, yang meliputi wilayah Sulawesi Utara hingga Filipina.
Fenomena ini menjadi menarik karena terjadi secara bersamaan dengan beberapa gunung api lainnya di Indonesia, seperti Gunung Merapi, Gunung Semeru, Gunung Marapi, dan Gunung Lewatolo.
Dr Mirzam menjelaskan bahwa gunung-gunung api aktif secara bersamaan bisa disebabkan oleh dua hal: jika mereka berada dalam busur yang sama, atau jika mereka berada di busur yang berbeda tetapi meletus dalam interval waktu yang hampir bersamaan.
Gunung Ruang, sebagaimana dijelaskan, adalah gunung api strato yang umum di Indonesia.
Keunikannya terletak pada lokasinya yang berada di tengah laut, meningkatkan potensi bahaya seperti tsunami jika terjadi letusan yang kuat.
Selain itu, aliran lava dan material piroklastik yang terpanas juga merupakan ancaman serius bagi masyarakat di sekitarnya.
Abu vulkanik yang dihasilkan juga dapat merusak ekosistem dan membahayakan kesehatan pernapasan.
Dr Mirzam juga mencatat bahwa erupsi Gunung Ruang dapat menyebabkan fenomena kilatan, yang sebenarnya adalah hal umum dalam aktivitas gunung api.
Sejarah mencatat bahwa erupsi Gunung Ruang pada tahun 1871 memicu tsunami yang menewaskan sekitar 400 orang.
Meskipun informasi tentang riwayat erupsi Gunung Ruang masih terbatas, penelitian menunjukkan bahwa interval waktu antara letusan dapat mengindikasikan potensi bahaya letusan berikutnya.
Artikel Terkait
Dampak Gunung Api Semeru Muntah, 1.979 Jiwa Mengungsi. Ini Lokasi Warga Tinggal Sementara Waktu
Abu Erupsi Gunung Semeru pada Jumat 22 September 2023 Setinggi 700 Meter di Atas Puncak 4.376 MDPL
Ganjar Doakan Warga Sumbar dan Pendaki Korban Erupsi Gunung Marapi
Kisah Pilu di Balik Tugu Abel Tasman, Tempat Pendaki Ditemukan Tak Bernyawa Usai Gunung Marapi Erupsi
Gunung Marapi di Sumatera Kembali Erupsi, Dentuman Keras Kagetkan Warga
Kapal Perang TNI AL Sigap Bantu Korban Erupsi Gunung Ruang di Sulawesi Utara: Bawa Bantuan dan Lakukan Evakuasi