Konsep tahun kabisat sudah ada sejak zaman Romawi kuno, di mana Kaisar Julius Caesar menambahkan satu hari di akhir bulan Februari setiap empat tahun, yang sekarang kita kenal sebagai tahun kabisat.
Namun, sistem ini masih belum sempurna karena ada perbedaan sekitar 11 menit antara tahun kabisat dan tahun matahari.
Baca Juga: Siapa Raja Haji Ahmad di Google Doodle Hari Ini. Pahlawan Nasional, Sastrawan, Pangeran Bugis-Melayu
Untuk mengatasi ini, Paus Gregorius XIII memperkenalkan kalender Gregorian pada tahun 1582.
Kalender Gregorian menambahkan aturan tambahan untuk menentukan tahun kabisat, yaitu tahun yang bisa dibagi 100 bukan tahun kabisat, kecuali jika bisa dibagi 400.
Dengan demikian, kalender Gregorian lebih akurat dan sesuai dengan siklus Matahari.
Leap day memiliki banyak tradisi dan perayaan di berbagai negara dan budaya.
Salah satu yang terkenal adalah tradisi wanita meminang pria pada hari kabisat, yang berasal dari Irlandia pada abad ke-5.
Menurut legenda, wanita dapat meminta pria untuk menikah pada hari kabisat.
Jika pria menolak, ia harus memberikan hadiah kepada wanita tersebut. Tradisi ini kemudian menyebar ke negara-negara lain.
Ada juga tradisi yang berkaitan dengan keberuntungan pada hari kabisat.
Di beberapa tempat, menikah pada tahun kabisat dianggap buruk, sementara di tempat lain, dianggap sebagai hari yang istimewa.
Beberapa negara bahkan memiliki perayaan khusus untuk Leap Day, seperti festival di beberapa kota di dunia. ***
Artikel Terkait
Google Doodle Hari Ini Tampilkan Donald Pandiangan. Berikut Profil Mantan Atlet Dijuluki Robin Hood Indonesia
Asal-Usul Papeda: Kuliner Khas Papua dan Maluku yang Muncul Dalam Google Doodle Hari Ini
Google Doodle Rayakan Kapal Pinisi, Warisan Budaya Dunia
Kapal Pinisi Jadi Tema Google Doodle 7 Desember 2023. Begini Sejarahnya, Kerinduan Pangeran akan Kampung Halaman
Aminah Cendrakasih, Aktris Senior yang Diabadikan dalam Google Doodle Hari Ini
Semarak Demokrasi: Doodle Pemilu 2024 Hiasi Halaman Awal Google