UNPRI Klarifikasi Temuan Mayat di Kampus: Bukan Korban Pembunuhan, Melainkan Kadaver

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 14 Desember 2023 | 11:26 WIB
Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia, Kolonel (Purn) Drg Susanto.
Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia, Kolonel (Purn) Drg Susanto.

PONTIANAKGLOBE.COM, MEDAN -- Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan memberikan klarifikasi terkait penemuan lima mayat di lantai 15 kampus saat Polrestabes Medan melakukan penggeledahan.

Baca Juga: Cara Menjadi Agen BRILink: Syarat, Modal, dan Cara Daftar Ternyata Mudah dan Gampang

Wakil Dekan Fakultas Kedokteran UNPRI Medan, Kolonel (Purn) Drg Susanto, menjelaskan bahwa lima mayat tersebut adalah kadaver yang digunakan mahasiswa Fakultas Kedokteran untuk praktikum anatomi.

Menurut Susanto, di dalam laboratorium anatomi, salah satu media belajar adalah kadaver, yaitu tubuh manusia yang diawetkan.

Di laboratorium anatomi Fakultas UNPRI, terdapat lima kadaver, satu perempuan dan empat laki-laki.

Baca Juga: Sobs! Kamu Ingin Jadi Agen BRILink? Berikut Ini Fitur dan Layanan Agen BRILink yang Kamu Dapatkan, Mulai Transfer hingga Bayar Tagihan

Hal ini sesuai dengan peraturan yang mengatur penggunaan kadaver sebagai media pembelajaran.

Susanto menegaskan bahwa tidak ada kasus pembunuhan di kampus UNPRI, mengatasi isu yang beredar di masyarakat.

Baca Juga: Terbaru! Persyaratan Menjadi Agen BRILink, Sipakan Dokumen Mulai dari KTP NPWP SITU TDP

Jika terdapat tindak pidana, pihak UNPRI akan segera melaporkannya kepada pihak berwajib.

Walaupun demikian, Susanto menyayangkan kurangnya koordinasi antara Polrestabes Medan dan pimpinan UNPRI.

Baca Juga: Terbaru! Cara Beli Solar Subsidi via MyPertamina di 234 Wilayah, Begini Caranya dan Siapkan Berkas Berikut untuk Mendaftar

Dia menuduh bahwa pimpinan UNPRI tidak pernah dimintai keterangan secara resmi oleh pihak kepolisian.

Baca Juga: Tantrum pada Orang Dewasa, Apakah Ada? Begini Jawabannya dan Cirinya Jangan Kaget Sobs

"Pada 11 Desember 2023, oknum yang mengaku polisi datang ke UNPRI pada malam hari dan mendesak melakukan penggeledahan di kampus. Pimpinan UNPRI tidak pernah dimintai keterangan secara resmi oleh polisi. Padahal pada malam hari, tidak ada petugas yang bisa mendampingi, tetapi mereka memaksa untuk masuk," ungkap Susanto.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X