PONTIANAKGLOBE.COM, GAZA -- Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) gagal mengadopsi resolusi gencatan senjata di Jalur Gaza, Palestina, pada Jumat, 8 Desember 2023.
Resolusi tersebut didukung oleh 13 anggota DK PBB, termasuk Indonesia, namun ditolak oleh Amerika Serikat (AS) yang menggunakan hak vetonya.
Baca Juga: Everton Vs Chelsea: Chelsea Menelan Kekalahan Kedua Beruntun
Resolusi tersebut menyerukan gencatan senjata segera di Jalur Gaza dan pembukaan akses kemanusiaan untuk bantuan ke wilayah tersebut. Resolusi tersebut juga mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dari tindakan yang dapat memperburuk situasi.
Kecewa Berat
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi menyatakan kekecewaannya atas kegagalan DK PBB mengadopsi resolusi tersebut. Retno mengatakan bahwa Indonesia sangat menyesalkan penolakan AS terhadap resolusi tersebut.
Baca Juga: Coach Pep Guardiola Disorot di Pertandingan Luton vs Man City: Marah ke Wasit, Meledek Lawan
"Indonesia sangat menyesalkan penolakan Amerika Serikat terhadap resolusi gencatan senjata di Jalur Gaza," kata Retno dalam pernyataannya.
"Resolusi ini penting untuk menghentikan kekerasan dan melindungi warga sipil."
Baca Juga: Barcelona Dipermalukan Girona 2-4, Pasukan Michel Melesat ke Puncak Klasemen
Retno juga mengatakan bahwa Indonesia akan terus bekerja sama dengan negara-negara lain untuk mendorong tercapainya gencatan senjata di Jalur Gaza.
Hak Veto AS
Penolakan AS terhadap resolusi gencatan senjata tersebut menuai kritik dari berbagai pihak.
Kritikus mengatakan bahwa hak veto AS telah digunakan secara tidak bertanggung jawab untuk menghalangi upaya perdamaian.
Artikel Terkait
Apa itu Resesi dan Penyebabnya ? Ancaman Resesi 2023 Disorot PBB, UNCTAD Prediksi Lebih Parah dari 2007-2009
24 Oktober 2022 Ternyata Ada Peringatan Hari Besar: Hari Lahir PBB, IDI dan Diwali Perayaan Umat Hindu
Hari Televisi Sedunia 21 November, Kata PBB Meningkatkan Kesadaran Isu Ekonomi dan Sosial
50 Petugas Lapas IIA Pontianak Gagah Berlatih PBB. Kalapas Julianto Budhi Prasetyono Pimpin Langsung
Menlu Retno Marsudi Bertemu Dubes AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield. Mengapa Isu Taliban Jadi Perhatian
Presiden Jokowi Dorong Sinergi ASEAN-PBB Jaga Perdamaian Kawasan
Hak Veto: Hak Istimewa 5 Negara Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB