Dalam hal ini, PTDI telah menjadi pemasok penting untuk badan utama dan badan belakang helikopter H225M sejak tahun 2008, diikuti oleh beroperasinya lini produksi helikopter H225M di tahun 2011.
Baca Juga: Tema Debat Capres-Cawapres Pilpres 2024: Hukum, HAM, Ekonomi, dan Isu Strategis
Adapun PTDI dan Airbus Helicopters juga telah memperluas kerja sama industrinya di tahun 2017 dengan menyediakan layanan dan dukungan khusus untuk armada helikopter militer Indonesia.
Helikopter H225M dirancang untuk dapat diawaki dua kru (pilot dan kopilot) dan satu Juru Mudi Udara, serta mampu menampung 28 pasukan atau muatan seberat 5,26 ton, ditenagai sepasang mesin turboshaft Makila 2A1 buatan Turbomeca yang masing-masing berdaya 2.156 shp.
Untuk performanya, kecepatan terbang maksimum mencapai 324 km/jam dengan ketinggian terbang hingga 5.343 m dan jangkauan operasi 950 km.
Sebagaimana yang dilansir Kementerian Pertahanan RI, bahwa kontrak pengadaan 8 (delapan) unit H225M beserta sarana dan prasarana pendukungnya ini merupakan bagian dari upaya modernisasi alutsista oleh Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, yang tercantum dalam daftar Minimum Essential Force (MEF) Indonesia tahap kedua, untuk TNI AU.
Pengadaan alutsista ini juga tentunya memberikan manfaat teknologi bagi industri dalam negeri, dalam hal ini PTDI sebagai anggota Holding Defend ID, yang harus meningkatkan kemampuan teknologi dan produknya secara progresif, sesuai kebutuhan dan spesifikasi teknis dari pengguna.
Baca Juga: KPU Ralat Jadwal Debat Capres-Cawapres 2024, Catat Jadwal Terbaru
Hal tersebut juga tentunya akan mendorong perwujudan industri pertahanan yang mandiri dan berdaulat dalam penyediaan alutsista bagi kepentingan pertahanan negara, serta menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju dan berdaya saing.
Dengan demikian, diharapkan mampu memberikan multiplier effect, baik terhadap pembangunan ekonomi maupun penguasaan teknologi dari bangsa Indonesia.
Adapun dengan adanya perubahan paradigma belanja alutsista militer menjadi investasi pertahanan Indonesia di masa depan, helikopter angkut H225M ini diharapkan dapat dikalkulasikan sebagai armada yang akan memberikan keuntungan tinggi bagi kepentingan nasional, dimana alutsista tersebut tentunya akan mampu mendorong pembangunan kemampuan industri nasional secara jangka panjang melalui alih teknologi, jangka menengah dengan kepastian ketersediaan suku cadang, sedangkan jangka pendek dengan kepastian dukungan pemeliharaan yang komprehensif.
PTDI telah muncul sebagai kekuatan utama dalam industri penerbangan. Bukan hanya dalam memenuhi kebutuhan maskapai penerbangan sipil, tapi juga dalam mendukung pertahanan nasional. Sebagai satu-satunya industri dirgantara di Asia Tenggara, PTDI memiliki kompetensi inti dalam berbagai aspek, mulai dari desain dan pengembangan, hingga produksi pesawat, serta layanan purna jualnya.
Penyerahan helikopter ini menunjukkan sebagai dedikasi keberlanjutan PTDI, dimana keberadaan PTDI akan sangat berarti jika setiap produk dan jasa yang dihasilkannya dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh instansi dan lembaga negara di Indonesia, termasuk oleh Kementerian Pertahanan RI/TNI yang selama ini telah menjadi customer terbesar PTDI. ***
Artikel Terkait
Viral di Sela-sela Hadiri G20 di Bali Menhan Prabowo Subianto Kunjungi Toko Buku Lawas. Netizen Bilang Begini!
Presiden Jokowi Jajal Rantis Maung Disopiri Menhan Prabowo Subianto
Menhan RI Prabowo Subianto Bagikan Motor Dinas kepada Babinsa di Kodam V Brawijaya Jawa Timur
Momen Menhan Prabowo Subianto Kena Prank Cangkir Kosong saat Hendak Minum Waktu Orasi di Hadapan Para Jenderal
Menhan Prabowo Serahkan 153 Motor ke Koramil Pacitan. Saya Ditugaskan Pak Presiden Cek Kesiapan TNI
Menhan RI Prabowo Sambut Kedatangan Presiden Jokowi Kunker di Malaysia
Menhan Akan Kirim Kapal Rumah Sakit ke Palestina, Lewat Jalur Wilayah Mesir