2 Negara Mayoritas Muslim yang Memasok Minyak ke Israel Selama Konflik di Jalur Gaza

photo author
Tim Pontianak Globe 03, Pontianak Globe
- Selasa, 14 November 2023 | 08:16 WIB
Sejumlah warga mengangkut para korban dari sebuah gedung yang hancur akibat serangan Israel di Kota Rafah di Jalur Gaza bagian selatan, Selasa (17/10/2023). (ANTARA/Xinhua/Khaled Omar/tm/am)
Sejumlah warga mengangkut para korban dari sebuah gedung yang hancur akibat serangan Israel di Kota Rafah di Jalur Gaza bagian selatan, Selasa (17/10/2023). (ANTARA/Xinhua/Khaled Omar/tm/am)

PONTIANAKGLOBE.COM, YERUSALEM -- Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, baru-baru ini mengajukan seruan untuk negara-negara Islam dan mayoritas Muslim agar memboikot Israel atas kekejaman mereka di Jalur Gaza, Palestina.

Baca Juga: PSS Sleman vs Bali United: Diwarnai 2 Kartu Kining Pemain Palestina Membawa Kemenangan untuk Serdadu Tridatu

Seruan tersebut terutama mencakup penghentian ekspor minyak ke negara Yahudi tersebut.

Meskipun Timur Tengah merupakan sumber utama minyak dan gas dunia, Israel tidak tergantung pada negara-negara Arab untuk impor minyak.

Baca Juga: Berani Lawan UEFA: Suporter Celtic Kibarkan Ribuan Bendera Palestina dalam Laga Celtic vs Atletico Madrid

Israel memiliki jaringan pemasok yang kompleks dan fleksibel.

Menurut perusahaan analis Kpler, Israel telah mengimpor sekitar 220.000 barel minyak mentah per hari sejak pertengahan Mei.

Baca Juga: Bayern Munchen akan Membahas Sikap Noussair Mazraoui yang Mendukung Palestina

Mayoritas impor minyak berasal dari dua negara mayoritas Muslim, yaitu Kazakhstan dan Azerbaijan.
Israel juga mendapatkan impor minyak dari negara-negara Afrika Barat, terutama dari Gabon.

Baca Juga: Gigi Hadid Dikritik oleh Israel atas Dukungannya untuk Palestina, Kutuk Kekerasan

Selain itu, Israel memiliki opsi lain untuk mengimpor minyak, seperti dari sekutu dekatnya, Amerika Serikat dan Brasil.

Meskipun Israel memiliki cadangan minyak dalam negeri, jumlahnya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan energinya.

Baca Juga: Indonesia Sampaikan Keprihatinan atas Konflik Israel-Palestina

Israel memproduksi sedikit minyak mentah tetapi masih bergantung pada impor untuk sebagian besar konsumsinya.

Israel menghadapi tantangan dalam mengamankan pelabuhan minyak dan perairannya dari potensi serangan musuh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X