Selain bahasa Indonesia, Alfred menguasai beberapa bahasa lain, seperti bahasa Batak, bahasa Jawa, bahasa Belanda, bahasa Inggris, dan bahasa Jerman. Ia bahkan memahami bahasa Jepang.
Alfred Simanjuntak lahir dalam keluarga sederhana dan mengejar pendidikan di berbagai tempat, termasuk Sekolah Holland Indische dan Hollands Inlandsche Kweek School di Solo, Jawa Tengah.
Baca Juga: Tok! DPP PDI Perjuangan Pecat Putra Sulung Jokowi Gibran Rakabuming
Setelah itu, ia mengajar di berbagai sekolah, termasuk di Sekolah Rakyat Sempurna Indonesia yang didirikan oleh tokoh nasionalis di Semarang. Pendidikan lanjutan Alfred dilakukan di Fakultas Sastra Universitas Indonesia dan belajar bahasa Belanda di Belanda.
Alfred Simanjuntak meninggal pada 25 Juni 2014 pada usia 93 tahun.
Selama hidupnya, ia memiliki beragam pekerjaan, termasuk menjadi guru, wartawan, dan penggagas Yayasan Musik Gereja.
Baca Juga: Sobat Globe Ada Lho Pemicu Stroke yang Tidak Disadari, Hati-hati bagi yang Sering Begadang
Ia juga menciptakan lebih dari 42 lagu perjuangan dan rohani, termasuk "Bangun Pemudi Pemuda" dan "Selamatkan Terumbu Karang."
Penghargaan yang diterimanya termasuk Doctor honoris causa dari St John University atas pengabdian di bidang pendidikan selama lebih dari 60 tahun pada tahun 2001. ***
Artikel Terkait
Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2024 Kabarnya Banyak Tanggal Merah Dari Tahun Sebelumnya, Cek Disini!
Cek Syarat Penerima Bansos PKH Tahap 4 Oktober 2023, Peserta Ibu Hamil dan Anak Sekolah Miskin Dapat Bantuan!
Kapan libur Maulid Nabi 2023 apakah tanggal 27 atau 28 September?
Syarat dan Tahapan Mengajukan Sertifikat Tanah Gratis PTSL Tahun 2023
Cek, Inilah 21 Daftar Penyakit yang Ditanggung Layanan BPJS Kesehatan, Catat!
Cek Penerima PIP Kemdikbud! Cukup Dengan NISN di Link pip.kemdikbud.go.id Cair Rp1 Juta Bulan Oktober 2023
Prof Widya Sumadinata: Strategi Baru Keamanan Siber Indonesia Harus Segera Disusun